Showing posts with label Romance. Show all posts
Showing posts with label Romance. Show all posts

[REVIEW] Everything Everything - Nicola Yoon

Saturday, November 26, 2016


Judul: Everything Everything
Penulis: Nicola Yoon
Penerbit: Penerbit Spring
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Terbit: Oktober, 2016
Tebal: 336 halaman
ISBN: 978-602-74322-5-3
Harga:

"Di dalam kepalaku aku tahu aku pernah jatuh cinta sebelumnya, tapi rasanya tidak seperti ini. Jatuh cinta padamu jauh lebih baik dari yang pertama kali. Rasanya seolah ini yang pertama dan terakhir dan sekaligus satu-satunya." hlm.240

Madeline Whittier, perempuan berumur 17 tahun yang mengidap penyakit SCID --server combined immunodeficiency-- dan membuatnya tidak pernah merasakan dunia luar. Ia tidak tahu bagaimana rasanya menghirup udara di alam terbuka, menginjak rumput, merasakan suasana pantai, bahkan merasakan sinar matahari secara langsung. Semua itu tidak bisa ia lakukan karena kekebalan tubuhnya yang rentan diserang virus dengan berbagai reaksi yang ditimbulkan, bahkan bisa menyebabkannya meninggal.

Seumur hidupnya, ia telah dirawat oleh seorang wanita gemuk bernama Clara. Bukan sebagai perawat saja, Clara sudah seperti teman di kehidupan Madeline. Mungkin ia adalah anak baik yang tidak pernah menceritakan sebuah kebohongan pada siapapun. Tapi akhirnya, Madeline harus menyembunyikan sebuah fakta dari ibunya dan memilih untuk menceritakan segala keresahan itu pada Clara.

Siapa lagi yang ia bicarakan selain anak lelaki yang merupakan tetangga barunya itu. Oliver Bright yang biasa dipanggil Olly. Kehidupan Madeline yang terlalu monoton seketika berubah dengan kehadiran lelaki yang gemar memakai baju hitam dengan topi rajutnya.

Semua tidak sama lagi, lelaki itu penasaran dengan kehidupan Madeline. Apa yang terjadi pada perempuan seusianya dikurung di dalam rumah tanpa pernah ia liat keluar sekalipun?

Akhirnya Madeline melakukan aksi diluar zona amannya. Ia meminta Clara untuk membawa masuk Olly ke dalam rumah, keluar dari kediamannya untuk melihat keadaan Olly, bahkan ia nekat kabur untuk ke Hawai!

Sekarang, apa cinta sudah membuatnya menjadi gila hingga mempertaruhkan nyawa?


"Mungkin aku memupuk harapan bahwa suatu hari nanti, entah kapan, keadaan akan berubah." hlm.19

Ini terlalu cepat untuk menyimpulkan sesuatu, padahal aku baru bertemu dengan kisah Madeline sekitar tiga hari yang lalu. Tapi aku benar-benar ingin mengatakan, "AKU TERTIPU DENGAN SEMUANYA!" dalam artian yang cukup baik.

Aku tidak habis pikir, banyak kejanggalan yang akhirnya membuatku bertanya-tanya dan menyimpulkan mungkin pemikiranku benar. Dan tebak? itu memang benar tapi aku masih tidak yakin hingga akhir halaman.
Kenapa bisa seperti itu? Apa itu tidak terlalu aneh?

1) Ibu Maddy, aku selalu merasa ia bisa saja melakukan malpraktek meskipun tidak sedang membedah seseorang. Tapi dia adalah dokter dan tidak seharusnya mengalami hal itu selama 17 tahun lamanya.
2) Bagaimana kabar ayah Olly? atau keluarga Olly?
3) Mengapa di tengah-tengah halaman terdapat satu bagian POV orang ketiga dari Olly? Padahal cerita ini menggunakan POV pertama dari Maddy.
4) Setelah itu, mengapa Maddy sangat tahu kehidupan keluarga Olly? bahkan apa yang dibicarakan oleh keluarga itu di dalam rumah dapat Maddy dengar... apa ia menaruh penyadap suara di rumah itu?
5) Bagaimana cara dokter yang menangani Maddy di Hawai bisa mengabarinya melalui E-mail? Malah repot-repot mencari tahu tentang penyakit Maddy.
6) Bukankah Clara juga selalu mengecek kesehatan Maddy, mengapa ia tidak pernah merasa ada yang aneh dengan perempuan itu?
7) Teman Laboratorium yang merangkul pundak Olly di depan rumahnya. Tidak diperjelas. Seperti kecemburuan untuk Maddy yang numpang lewat.
8) Apa kalimat ini benar adanya? Suatu kebetulan yang unik.
"kita bahkan belum membahas hiu putih atau buaya air asin atau ikan pembunuh di Laut Indonesia atau--" hlm.83
9) Aku sedikit tidak tega pada bagian akhir. Aku tahu yang dilakukan ibu Maddy sangat jahat hingga merampas kehidupan bebas anaknya selama 17 tahun, tapi apa salahnya Maddy menerima maaf itu? Seperti yang dikatakan Clara...
"Luangkanlah sedikit waktu bersama ibumu. Pacar datang dan pergi tapi ibu adalah milikmu untuk selamanya." hlm.122

Sejujurnya novel ini adalah novel kedua yang kubaca dari Penerbit Spring setelah To All The Boys I'loved Before. Dan menurutku, terjemahan di dalam buku ini tidak terlalu berantakan tapi masih sedikit membingungkan di beberapa bagian.

Aku hampir tidak masuk ke dalam zona antara Maddy dan Olly saat di ruang matahari ketika mereka sibuk melakukan aksi 'berdiri dengan satu tangan'. Entah itu memang berasal dari penulisnya atau berdasarkan terjemahan, yang jelas aku kurang memahami hingga membuatku harus membaca berulang-ulang kali. Dan banyak menemukan kalimat yang kurang efektif.

"Olly mengarahkan kami ke pasir yang kering dan menemukan tempat untuk duduk." hlm.247
Seharusnya penggunaan 'kami' diganti dengan '-ku' karena 'kami' menjuru lebih dari satu orang sedangkan Olly hanya menarik tangan Maddy, tidak ada lagi.

Tapi semua itu tertutupi dengan cerita Maddy yang membuatku sepertinya selalu menahan nafas ketika ia melakukan kegilaan. Bagaimana bisa perempuan ini sangat sabar sekali dan tidak mengeluh tentang apapun? Seakan-akan penyakitnya itu adalah alur kehidupan yang memang seharusnya ia jalani.

Percayalah, novel ini mengajarkan masalah seberat apapun, masih ada orang lain yang memiliki masalah lebih berat dan tidak mengeluh. Jadi, dari sekarang kalau kamu banyakan mengeluh sama masalah itu, coba pikir... apa dengan mengeluh masalahmu akan selesai?

Aku banyak belajar dari Maddy, meskipun dia sedikit rese karena bookreview yang tukang spoiler novel terkenal tetapi, ia perempuan yang berani dalam mengambil resiko! Luar biasa!

Dua puluh lima kata cepat untuk Penerbit Spring:
COVER NOVELNYA SANGAT CANTIK DAN MENARIK. SEPERTI MEMILIKI NOVEL FANTASI! PADAHAL INI ADALAH NOVEL ROMANCE YOUNG ADULT. TERIMA KASIH TELAH MENERBITKAN NOVEL SE'KECE' INI... LAFLAFLAF!

"Bagi kami, bisa bertemu, jatuh cinta, punya kesempatan untuk bersama-sama adalah sesuatu yang jauh dari apa yang pernah kami kira bisa terjadi." hlm. 246

[Resensi Novel] Crash Into You - AliaZalea

Saturday, November 19, 2016




Judul: Crash Into You
Penulis: AliaZalea
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama: Maret 2011
Cetakan kedelapan: Januari 2014
ISBN: 978-602-03-0157-0
Tebal: 280 Halaman
Rate: 17+
Harga: Rp 41.600





"Aku menghindari mereka karena tahu bahwa mereka hanya bisa membawa patah hati, bukan kasih sayang. well... mungkin mereka bisa memberikan kasih sayang, tetapi bukan untuk perempuan sepertiku."

Nadia tidak menyangka. Dua puluh tahun berpisah, kini pertemuan mereka harus terjadi di Bali. Dalam keadaannya yang hangover di dalam lift, Kafka menolong Nadia. Perempuan yang semasa SD selalu ia usilkan itu kini berada di dalam dekapannya sedang meracau tidak jelas.

Sedangkan Nadia merasa ingin mengulang kembali waktu untuk menunggu Adri di depan pintu Bar dan tidak kembali sendirian ke Hotel, agar tidak bertemu dengan Kafka dengan keadaan memalukan seperti itu. Nadia yang dikenal orang lain adalah anak yang ramah, penurut, baik hati dan bukan ‘liar’ karena sering clubbing.

Kini, yang harus Nadia lakukan adalah menjauhi Kafka bahkan berusaha menghilang dari pandangan lelaki itu sampai ia tiba di Jakarta. Akan tetapi nasib buruk sepertinya menimpa Nadia setelah bertemu Kafka.

Dengan informasi yang didapat dari Kak Mikhel, dokter yang akan menangani penyakit jantung ayahnya adalah dokter bernama Kafka. Nadia berharap, kalau Kafka yang dimaksud bukanlah Kafka teman semasa SD-nya. Tapi harapan itu meleset. Kini Nadia akan bertemu dengan Kafka setiap ia mengantarkan ayahnya untuk periksa. Entah kesialan atau kebahagian, karena Nadia tidak menyesal dengan kenyataan itu.

Namun yang Nadia tidak tahu, apakah perasaan yang ia alami ini sama dengan perasaan yang dirasakan oleh Kafka?
Jika memang begitu, kenapa saat Nadia menelfonnya terdengar suara wanita seakan-akan ia sedang melakukan sesuatu yang tidak-tidak?
Apa Nadya harus mengubur perasaan yang mulai tumbuh itu?

"Aku selalu memastikan bahwa akulah orang yang diobsesikan bukan yang terobsesi."

Pertama kali membaca tulisan AliaZalea dalam Crash Into You adalah sesuatu yang tidak terlalu buruk. Aku kurang mengikuti tentang novel-novel yang ia tulis, sehingga tidak terlalu tahu judul novel apa yang seharusnya kubaca terlebih dahulu.

Dengan sampul berwarna merah serta gambar sepatu, membuatnya terlihat sangat elegan dengan kesan mewah (yang benar-benar menggambarkan cerita ini.) Kebetulan, aku suka dengan sampul-sampul sederhana tapi eye-catching. Dan sampul-sampul baru dari novel AliaZalea berhasil menarik minatku!

"Kenyataan ini bukan meredakan tangisku, tetapi membuatku menangis karena tersedu-sedu."

Sebelumnya, aku sempat membaca beberapa komentar negatif dari GoodReads yang membuatku sedikit bersyukur, karena hal itu tidak menyurutkan nafsu membacaku, melainkan semakin penasaran. Apa semenyebalkan itu?

Awalnya aku sedikit bingung dengan penggambaran dari setiap tokoh, aku merasa kurang atau tidak tersampaikan dengan baik. Beberapa kali aku membaca narasi yang sangat panjang-panjang itu untuk fokus dengan apa yang terjadi, tokoh mengenakan apa, atau bagaimana perasaan tokoh tersebut.

Penggambaran tokoh yang tidak terasa terjadi kepada tiga sahabatnya Jana, Adri, dan Dara. Aku kurang merasakan bagaimana sosok sahabat-sahabatnya itu dalam imajinasiku. Hanya dapat menyimpulkan bahwa Dara bak supermodel, Adri sang psikolog, dan Jana yang sudah punya suami.

Terlebih lagi tentang Karin. Aku tidak mengerti dari sisi mana ia membenci perempuan itu yang menurutku sangat terlalu baik. Dan yang membuatku penasaran, perasaan Nadia ke Karin pada akhirnya tidak cukup jelas. Aku tidak tahu apa dia masih sedikit kesal kepada wanita itu, atau merasa malu karena ketahuan berduaan dengan Kafka dalam keadaan ya gitu, atau menganggapnya sebagai teman? Ia cuman bilang bahwa ‘Karin bukanlah orang yang buruk seperti dugannya’ cuman itu.

Sejujurnya untuk perasaan para tokoh, AliaZalea menurutku sudah menuturkannya sangat baik, ia sanggup mempermainkan perasaan pembaca sepertiku yang memang sangat sensitif. Dalam beberapa halaman saja, ia bisa menjungkirbalikan perasaan dalam tokoh itu membuatku yang awalnya ingin mencak-mencak kepada Kafka karena sifatnya, malah merasa setuju dengan tindakan yang diambil oleh Nadia selanjutnya.

Tidak terduga sama sekali, karena di beberapa bagian aku dapat mengenal sifat Nadia yang pantang menyerah dalam melakukan aksi balas dendam. Tidak terlalu burukkan?

"Pernyataan mereka membuatku tersenyum dan merasa bahwa ternyata semua orang pasti akan selalu merasa kurang dan tidak puas terhadap sesuatu, tetapi kita harus tetap hidup dan mencoba untuk mengatasi rasa ketidaknyamana ini."

Selain itu, aku bisa merasakan alur ceritanya yang lompat ke sana-ke mari. Meskipun AliaZalea memberitahukan itu dengan sangat baik bahkan aku sangat paham. Tetapi ia menggambarkan itu dalam satu narasi yang sama beberapa kali, antara masa lalu dengan masa sekarang yang dicampur adukkan. Tidak dipenggal ke ceritanya selanjutnya. Mungkin ini yang membuat pembaca seperti membaca diari saat di tengah-tengah dipaksa untuk baca halaman awal begitu saja.

Sedangkan setting cerita, aku cukup puas. Memang untuk penggambaran saat mereka di rumah sakit tidak terlalu jelas, tetapi penggambaran untuk di tempat lainnya seperti Empire dan kamar Kafka, aku dapat membayangkannya dan… oh beneran mereka melakukan itu di sana?

Dan untuk kekurangan lainnya dalam novel ini adalah…
1. Sedikit mengganjal saat di akhir cerita, karena di ceritakan Adri sedang berulang tahun dan Nadia akan merayakan atau paling tidak mengucapkan selamat ulang tahun kepada sahabatnya itu. Tetapi? Yang terjadi malah Nadia tidak mengucapkan apapun kepada Adri karena baterai ponselnya habis. Padahal saat itu ia bersama Karin, bisa saja kan untuk meminjam charger karena keadaan darurat (menurutku, itu darurat.)
2. Belum terlepas dari kejadian itu, ketiga sahabat Nadia seakan menghilang begitu saja. Seperti tidak dibutuhkan lagi. Padahal aku sudah menunggu-nunggu, mungkin ketiga sahabatnya itu akan kesal dengannya karena melupakan ulang tahun Adri dan memilih bersama Kafka, atau Nadia akan menceritakan kabar kebahagiaannya. Tapi? Tidak ada. Cerita persahabatan itu tidak dijelaskan lagi. Lenyap! Wush!
3. Dan masih menyangkut sahabat-sahabatnya itu, Elang sempat bilang tentang Jana yang akan memarahi Kafka jika menyakiti perempuan itu. Dan Nadya sedikit penasaran dengan ‘Jana yang tidak mungkin melakukan itu’. Tapi sekali lagi? Tidak ada kejelasan apapun. Malah ini adalah terakhir kalinya nama Jana disebutkan.
4. Nadia diceritakan punya kedua kakak yang overprotektif bernama Viktor dan Mikhel yang akan kepo berat bahkan tidak segan-segan untuk menghabisi lelaki yang menyakiti adiknya. Tapi? Kedua kakaknya itu saling taruhan bahwa adiknya hamil diluar nikah. Entahlah, aku merasakan keganjalan.
5. Bagaimana bisa Nadia tidak tahu kalau Kafka setengah bule? Setahuku, meskipun tidak terlalu dominan sama sekali, paling tidak blasteran sudah keliatan. Apalagi anak SD yang senang membanding-bandingkan sesuatu. Kemudian saat mereka bertemu kembali. Masa tidak terlihat bule-bulenya si Kafka pas gede? Kenapa pas menjelang akhir baru Nadia sadar?
6.Tentang Jana yang dikabarkan akan menikah, tetapi saat dibilang ia akan melakukan fitting baju. Nadia memberi penjelasan bahwa Jana memiliki anak kembar. Aku tidak terlalu tahu, apa Jana punya anak diluar penikahan atau seorang janda beranak dua.
7. "...mengatakan betapa cintanya aku pada kafka kepada kafka."-halaman 253. Terjadinya pengulangan kalimat.
8. "Tipe laki-laki yang terlalu HOT untukku dan jauh di luar ligaku."-halaman 112. Mungkin maksudnya di luar logikaku?
9. Dan terakhir, ia dikatakan memiliki sifat yang kurang percaya diri bersama Kafka, di sini aku sulit membedakan. Karena Nadia kadang-kadang bertingkah seolah-olah menginginkan Kafka, kadang dia takut kegeeran dengan tingkah Kafka bahkan dia mengeluarkan sifat centilnya pada lelaki itu.

"Untuk apa dia bertingkah laku baik selama beberapa menit, bahkan meredakan tangisku kalau akhirnya akan mempermalukanku juga?"

Overall, aku sangat menikmati kisah ini! sungguh, aku terbayang-bayang apa ada lelaki seperti Kafka lagi? Walaupun usilnya kebangetan, tapi dia ngelakuin itu untuk mendapatkan perhatian Nadia.

Namun, kalau disuruh memilih antara Elang dan Kafka… sepertinya aku akan berpihak pada Elang. Kehadirannya memang kurang dari tiga puluh halaman. Tetapi sifat dari lelaki itu bikin aku merasa we-o-we, siapa sih yang nggak mau disayang sama cowok yang saat kita kencan sama dia malah ngomongin orang yang kita suka, lalu dia malah bilang bakalan bantuin bahkan nerima masa lalu perempuan itu. So cute!

Aku bukanlah Cinderella atau Snow White, hidupku tidak akan berakhir bahagia dengan seorang pangeran. Sekarang aku harus meninggalkan awang-awang dan kembali ke bumi.

Antara mimpi dan kenyataan dalam Love, Curse & Hocus-Pocus || Book Review

Thursday, April 28, 2016

Love, Curse & Hocus-Pocus
oleh Karla M. Nashar
Gramedia Pustaka Utama (GPU)
978-979-22-8976-3
Cetakan ketiga: Mei 2013
416 halaman
Rp. 58.000

Love is simple,
but most people tend to overanalyze it.

Troy dan Gadis harus melanjutkan keanehan dalam hidup mereka kembali. Antara mimpi dan kenyataan yang menyatu membuat mereka semakin bimbang. Tidak cukup hanya sekali tetapi mimpi itu pun hadir saat mereka masih membuka kelopak mata. Bayangan sekilas dan bisikan yang lewat membuat mereka sadar, bahwa mereka telah gila.

Gadis yakin bahwa ini semua dibawah pengaruh lyubitshka--gypsy, seseorang wanita tua yang telah mengubah kehidupannya dan Troy dalam mimpi menjadi sepasang keluarga. Sangat jelas itu tidak akan mungkin. Sejak Gadis dan Troy bertemu pun mereka sudah saling melontarkan ketajaman mulut masing-masing, tidak mungkin akan ada cinta.

Tetapi pertualangan mereka yang berlanjut ke Inggris sekaligus mencari Lyubitshka mengalami hambatan yang lebih mengerikan. Selain itu, kehadiran seseorang di masa lalu membuatnya semakin sulit.

Gadis pun menyadari, bahwa Troy akan selalu berpaling dari kenyataan--bahwa mereka pernah bersatu walau itu didalam mimpi. Apa sekarang hanya Gadis yang akan mencari semua kebenaran itu?
Love, Curse and Hocus-Pocus adalah sequel dari buku sebelumnya yang berjudul Love, Hate and Hocus-Pocus. Buku pertama terbit pada tahun 2008 dan dilanjutkan dengan sequel pada tahun 2013. Jarak waktu yang sangat panjang itu tidak membuktikan bahwa si penulis sedang mengalami writers block. Itu semua permintaan dari para pembaca dibuku sebelumnya, karena penjelasan terdapat di author note bagian akhir :)

Jujur, aku belum membaca buku pertama dan nekat langsung membaca sequelnya. Walau sudah membaca beberapa review di blog dan mendapat peringatan bahwa buku kedua ini sangat berkaitan dengan buku yang pertama, tidak membuatku harus menyingkirkan buku ini begitu saja kan? hehe...

Dibagian awal, sang penulis memberi keseluruhan cerita yang berada dibuku pertama hanya dalam satu lembar. Tetapi itu semua sudah membuatku cukup mengerti dengan apa yang terjadi dibuku sebelumnya –ya, ditambah ngitip review di blog sih :P

Nggak perlu dipikir-pikir, AKU SANGAT SUKA DENGAN CERITANYA. Dari segi bahasa, karakter, alur, tokoh, aku suka semua yang terdapat didalam novel ini!!! Kenapa aku bilang dari segi bahasa? Karena saat membacanya seperti membaca novel terjemahan. Sangat bagus sekali dan tidak membuat pusing saat dibagian yang terlalu banyak narasi. Membacanya seperti mengalir begitu saja jadi jangan takut walau buku ini tebel tapi ngasikin kok!

Tokoh-tokoh didalam novel memiliki peran yang sama-sama menonjol dan terlihat nyata –karena, disetiap karakter memiliki kekurangan. Lyubitshka saja pikun... ya jelas, umurnya mau seabad haha- mereka sangat tidak sia-sia hadir terutama pada tokoh pembantu. Rasaku mereka yang sangat mengendalikan cerita.

Walau banyak tokoh yang hadir tapi entah mengapa malah jatuh hati dengan tokoh Putra.
Ia adalah masa lalu Gadis. Mereka bertemu kembali setelah 10 tahun lamanya. Putra pada awalnya membuatku kesel banget. Tokoh ini hadir sudah jelas untuk merusak, iya merusak! Merusak segala hubungan yang sudah ditakdirkan *eh.
Awalnya Putra memang datang baik-baik, tapi saat dia sudah kirim-kirim sinyal(?) bahwa ia mengajak gencatan senjata dengan Troy membuatku langsung super duper sinisin Putra. Walaupun tokoh fiksi, rasanya saat dibagian Putra, aku ingin langsung loncatin begitu saja. Apalagi saat dia khawatir sama Gadis rasanya pingin kubilang tukang tipu hahaha. Tapi pandanganku pada Putra berubah saat dibagian akhir, berubah karena... penasaran kan? Kalo penasaran langsung saja dijadiin whislist hehe. Yang jelas dia bukan berubah jadi super hero yaaa...
"...kalian berpikir terlalu banyak untuk hal-hal yang sebenarnya hanya perlu dirasakan. Jangan pernah memakai otakmu untuk memutuskan apa yang hati kamu rasakan padanya."
Menurutku, penulis berhasil membuat pembaca bertanya-tanya setiap bagian akhir bab. Dan itu sangat memancing untuk kita tahu apa kelanjutannya. Aku sampai geregetan sama cerita ini, rasanya pingin baca sekali duduk kalau ngga inget lagi banyak acara disekolah :(

Dari semua bagian, aku sangat suka saat mereka sedang marahan. Ini pembodohan luar biasa!
Aku merasa nonton adegan drama dan disetiap bagian diceritakan sangat rinci, mulai dari apa saja yang berada didekat mereka sampai mimik pun aku seperti mempunyai gambaran sendiri.
Aku menyarankan deh buat cowok baca buku ini, dan kamu bakal tahu kalo cewek itu gengsian banget orangnya! Karena saat Gadis marah, Troy membelikan coklat yang harga tidak tanggung-tanggung hampir sejuta atau mungkin sejuta lebih... yang jelas Gadis ngga nolak juga ngga perduli. Saat Troy pergi, langsung dicomot masukin mulut gitu aja coklatnya. Duh, cewek. Aku? hmm...

Sedangkan adegan yang ditulis dengan sangat baik, tentu saja saat bagian mereka saat berada diantara mimpi dan kenyataan. Itu keren banget! Rasanya pun aku ikut-ikut berada di dua kehidupan mereka yang berbeda. Dan saat dibagian mimpi, itu sangat manis sekali dan dibagian yang sangat mengerikan pun aku juga merasakan apa yang dirasakan Gadis. Seperti ada yang merampas begitu saja padahal itu hanya dalam mimpi. Baper kebangetan!
Tentang hal-hal yang kurang kupahami adalah tokoh Lyubitshka. Dari namanya yang susah, kehidupannya dengan segala tradisi yang menurutku sangat W.O.W tapi sangat susah sekali bahasanya dan tidak terlalu detail dalam pembahasan atau mungkin di buku pertama sudah dijelaskan(?) Dan yang paling aneh adalah Lyubitshka tidak mau dibilang penyihir dan segala macamnya itu. Menurutku lebih tepatnya dia adalah psikolog sekaligus tukang jamu :)) Kenapa aku bilang psikolog? Temukan jawaban di buku ini deh... Walaupun sudah tua, tapi saat aku membaca dialognya seperti seumuran ditambah dia memakai pakaian yang biasa-biasa saja. Tidak nyentrik seperti penyihir lainnya. Eh dia kan bukan penyihir...

PS: Seperti sebelumnya aku sudah katakan diatas kalau aku belum membaca buku yang seri pertama dan aku tahu nemuin buku itu di toko buku susah banget. Jadi adakah dari kalian para reader yang mungkin punya dan niat untuk menjual atau boleh juga dikasih kok. Aku terima dengan sepenuh hati :))

"...kau mengira bisa melihat jelas semuanya hanya dengan memakai matamu, padahal yang kau lihat itu hanyalah sebagian kecil dari apa yang tidak kau lihat."
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sebenarnya buku ini aku dapatkan dari Blind Date With a Book Kak Afifah Mazaya dan Kak Putri.
Saat disuruh milih buku minimal tiga, aku bingung harus pilih yang mana. Takut antara bukunya sudah pernah dibaca atau aku bakal yakin buat baca buku itu dengan sepenuh hati. Dan saat milih buku ini, demi apapun ngga bakal nyangka dapet ditambah bukunya masih bersegel rapi tanpa cacat satupun. Dan juga bukunya dateng cepet banget!
Terima kasih buat Kak Rizki Wulandari. Yey! Sudah ketebak... makasih sebanyak-banyaknya, buku mulus banget kayak dapet giveaway :)
Salam hangat dari Balikpapan untuk semuanya!

New York After The Rain - Vira Safitri || BOOK REVIEW

Friday, March 25, 2016

Judul: New York After The Rain
Penulis: Vira Safitri
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Desain Cover: Marcel A.W
Editor: Irna Permanasari
Terbit: Mei 2015, cetakan pertama
ISBN: 978-602-03-1506-5
Tebal: 288 Halaman
Harga: Rp. 60.000

Ketahuilah, seseorang akan melakukan apapun untuk orang yang dicintainya. Apa pun...

Julia Milano adalah seorang editor dari penerbit BlackInk yang terkenal di New York. Ia sangat mencintai pekerjaannya dan tidak mungkin untuk meninggalkan BlackInk. Jacob Pierce juga salah satu alasannya. Anak pemilik penerbitan tersebut sudah membuat Julia Milano mencintainya bertahun-tahun lalu. Tetapi Jacob Pierce adalah sosok lelaki seperti lainnya. Terlalu banyak dikagumi oleh wanita, yang membuat Julia Milano tahu bahwa rasanya mustahil untuk memiliki rasa yang sama.

Jane Martin, penulis bestseller terbitan BlackInk yang tak pernah diketahui. Semua orang yang membaca karyanya hanya tahu sebuah nama tanpa wajah atau identitas lain. Mungkin mudah bagi Jane Martin untuk menunjukkan dirinya di depan pembaca yang menunggu karya-karyanya. Tapi tidak dengan Julia Milano. Satu orang dengan dua nama yang berbeda. Jika BlackInk tahu rahasianya, ia akan dikeluarkan. Entah sebagai seorang editor atau penulis. Yang pasti Julia Milano tahu, bahwa ini semua salah.

Ethan Hall, sutradara terkenal yang memilih karya Jane Martin untuk di filmkan. Tunangan dari Miranda Williams ini merasakan sesuatu yang janggal. Terlalu banyak misteri tentang Jane Martin. Dan kepedihan akibat ditinggalkan seorang adik lelaki membuat Ethan pingin balas dendam. Akan tetapi, ada sesuatu yang membuatnya seperti hidup kembali dan rasanya salah. Ia jatuh cinta terhadap Julia Milano.

Yang membuat Julia Milano tidak kalah heran adalah Jacob Pierce menyatakan perasaan kepadanya, tetapi lelaki itu akan menikah dalam waktu dekat. Dan Ethan Hall pun diposisi yang sama. Saat kebongkaran mulai terkuak. Apa yang harus Julia Milano lakukan? Melepaskan karirnya atau cintanya?


“Tanpa harus saling memiliki, tapi keadaan membiarkan kita mengetahui perasaan yang pernah hadir di diri kita masing-masing. Dan itu sudah cukup untukku.”

Akhir-akhir ini lagi seneng banget baca Amore, walaupun konflik yang ditampilkan memang berat tetapi rasanya saat nutup buku ada sesuatu yang ngga kepikiran tentang ide cerita. Kerennya kelewatan!

New York After The Rain adalah karya pertama yang baru kubaca dari Vira Safitri. Meski yang pertama, tetapi novel ini membawa kesan baik untuk membaca karya yang lainnya. Aku sangat suka gaya tulisannya, karena tidak terkesan mengada-ngada dan sangat enak saat dibaca tidak mutar-mutar atau bertele-tele. Klop banget deh di akunya :D

Didalam novel ini kamu akan banyak bertemu dengan tokoh, ya walaupun hanya dibeberapa bagian tapi mereka sangat penting untuk mendukung cerita. Dan yang membuatku sebenarnya kurang suka. Nama pemeran pembantu sangat susah untuk dihafalkan, bule sekali. Ya namanya juga di Amerika hehe. Contoh: Abigail Williams, Rebecca Taylor, Brianna, Luke, Samantha, Andy, Robert, dll. Dan penjelasan dari beberapa karakter sangat kurang. Malah kehadirannya kurang terasa.

Ngomong-ngomong tentang tokoh, aku sangat suka sekali dengan karakter Ethan Hall. Ambisius, dingin penuh misteri gitu deh. Tapi tenang aja kok, lama-kelamaan keliatan juga diam-diam romantis kebangetan! Walaupun ada beberapa bagian yang rasanya tokoh ini terasa dibuat-buat tetapi pergolakan batin dalam tokoh ini bikin salut banget!

Tentang tokoh yang terasa nyata, rasanya sangat kurang. Tetapi para tokoh yang memiliki karakter berbeda-beda yang bikin ngga ngebosenin. Menurutku sendiri itu daya tarik, selama karakter mengalami kemajuan , masalah nyata atau tidak nyata lupain aja dulu :D

“Cinta adalah ketika kau memilih memendam perasaan untuk orang yang kaucintai, namun diam-diam tetap mengharapkannya, meski ia sudah memiliki orang lain di sisinya.”

Dari awal novel ini sungguh membuat bertanya-tanya. Sampai ditengah halaman pun, jawaban atas kejadian yang terjadi di prolog belum dijelaskan. Yang membuat bersyukur cerita ini tidak terlalu banyak basa-basi, penulisnya berhasil membuat rasa penasaran kita lebih bertambah dan ingin membacanya dalam sekali duduk tanpa sempat menutup.

Selain itu, banyak sekali adegan yang awsosweet… walaupun sederhana aja sih, tapi kalo dirasakan itu bakal jadi kenangan ngga terlupakan.

Salah satu adegan yang ngga kepikiran banget...
Saat Julia Milano yang memilih pulang padahal syuting belum selesai, ia harus datang ke ulang tahun orang tua Jacob Pierce. Terlebih lagi, Jacob Pierce sangat mengharapkan kedatangannya. Tapi baru beberapa langkah, ia melihat balon balon property shooting terbang di sekitar jembatan Wards Island. Julia Milano bermaksud untuk menangkapnya, tetapi tanpa disadari ia terjatuh dari jembatan tersebut. Ethan Hall yang melihat kejadian itu, langsung menyelamatkan Julia Milano dengan ikut menceburkan diri.
Menurutku duh, aku juga mau keren banget tapi pas cari gambar lokasi jembatan dan pikir-pikir eh, kok bisa sih kejadiannya begini serem amat. Aku kira itu hanya jembatan kecil yang berarti sungainya pun tidak terlalu lebar dan dalam. Tetapi kalo jembatannya seperti ini, namanya bunuh diri. Tapi entah menurut kalian hehe.

“Aku tidak tahu perempuan bisa nekat menceburkan dirinya ke sungai kalau seseorang menghalanginya menemui laki-laki yang dicintainya.”

Setelah adegan yang rasaku sangat heroik sekali. Ada beberapa hal dalam New York After The Rain ini:
• Miranda Williams terlalu tua menurutku, perempuan berusia 40 tahun dan bertunangan dengan Ethan Hall yang dibayanganku masih "astaga". Memang tidak ada persaingan antara Julia Milano dan Miranda Williams. Tapi aku langsung tidak menyetujui hubungan antara Ethan dan Miranda seperti ibu dan anak sekali.
• Abigail Williams, dikatakan kalo dia juga berdekatan dengan Jacob Pierce tetapi saat Jacob akan bertunangan, sosok ini tidak hadir dan malah muncul saat Ethan sakit dan bilang ia membenci Julia Milano dulu. Karakter ini sangaaaaaat kurang penjelasan.
• Ada satu tokoh pemeran utama film “Goodbye Auntumn”. Entah mengapa sosok perempuan ini tiba-tiba sangat tahu tentang apapun. Seakan sudah berteman lama dengan Julia Milano, padahal disaat itu juga ia baru muncul.
• Naskah Rebecca Taylor yang belum selesai. Dikatakan bahwa Julia Milano menjadi editor dari Rebecca, dan diakhir dia bilang akan menyelesaikan naskah itu. Tetapi tidak ada tanda-tanda ia mengerjakan atau mengumpulkan tugas itu. Kasian sekali ya naskahmu becca :(

Walau terkesan penuh akan konflik, tetapi novel ini sanggup bikin kita juga merasakan dilemanya. Cinta yang dihadirkan tidak terkesan biasa, malah menurutku cinta disini pengecut sekali. Seakan-akan butuh waktu yang tepat untuk menyatakan perasaan. Geregetan apalagi saat kamu sudah bertemu dengan Jacob, pingin aku jambak deh rambutnya.

Novel ini aku rekomendasikan kepada kalian yang masih bimbang dengan perasaannya sendiri. Julia Milano mungkin akan membantumu memilih, mana yang kamu cintai sebenarnya. Jangan sampai terlambat, karena cinta tidak membutuhkan waktu yang tepat.
Happy Long Weekend guys!
"Kalau cinta mirip patah hati seperti katamu, mungkin ia menyerupai penyesalan. Selalu datang belakangan, hadir saat sudah kehilangan, dan terasa sakit ketika baru menyadarinya."

Memilih Cinta bersama "Morning Breeze" || BOOK REVIEW

Thursday, March 17, 2016

Judul: Morning Breeze
Penulis: Viera Fitani
Penerbit: Elex Media Komputindo
Editor: Afrianty P. Pardede
ISBN: 978-602-02-5983-3
Terbit: 18 maret 2015, cetakan pertama
Tebal: 264 Halaman
Harga: Rp. 47.800

Fabian Aganta, dokter tampan yang kelebihan hormon ramah dan baik hati sukses membuat suster Dinasty--yang baru saja menjadi asistennya--sebal setengah mati. Tapi sungguh tak disangka, di balik kelakuannya yang menyebalkan, dokter ganteng itu ternyata menyukai Dinasty yang selalu cemberut dan mengeluh setiap pekerjaan yang disuruhnya. Dirga, seseorang dari masa lalu Dinasty datang tepat ketika Fabian menyatakan perasaannya pada wanita itu. Seseorang yang sangat Dinasty cintai dan dinanti-nantikan karena kepergiannya yang tiba-tiba. Mungkinkah Dinasty akan menyukai Fabian dan meninggalkan orang dari masa lalunya? Atau Fabian-lah yang dipilih Dinasty untuk menemaninya seumur hidup?
“Dinasty, angin pagi adalah favoritku.
Dia bisa berembus begitu kencang,
Menyejukkan, namun terasa hangat karena sinar matahari yang muncul.
Begitulah kamu bagiku.
Menyejukkan dan menghangatkan di saat bersamaan.
And whatever happens, you’ll always be my morning breeze
”

Kesel, jengkel, muak jadi satu saat selesai baca. Bawaannya mau pake capslock biar tau, kalo aku lagi geregetan banget sama Morning Breeze ini! Selamat Mba Viera, berhasil buat aku penasaran setengah mampus dengan ombak percintaan segitiga yang dibawa akan berakhir bagaimana. Sangat tidak terduga dengan akhirannya, semua dugaan aku salah besar! Speechless. Pingin teriak deh, bikin frustasi ini novel. Kalian patut membacanya untuk membuktikan perkataan aku salah atau benar, dan aku yakin tidak akan menyesal deh! Jengkel sih pasti karena dipermainin terus di setiap halaman hehehe...
Miris rasanya, saat aku setengah mati berusaha membuatnya tersenyum dan tertawa, ada pria lain yang dengan sengaja membuatnya terluka.
Sebagai karya pertama yang berhasil menembus penerbit, novel ini adalah awal yang baik. Selesai membaca, pasti akan timbul pertanyaan “Apa ada karyanya yang lain?” well, sepertinya membaca “Railway In Love” yang merupakan karya kedua Viera Fitani patut dicoba juga.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Morning Breeze terbilang lebih telling daripada showing dan itu yang membuat terlalu banyak basi-basi. Walau cerita ini sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara mudah tetapi Mba Viera memilih untuk menggali lebih dalam setiap karakter dan itu sangat berhasil!

Jadi kalau kamu mulai bosan dibeberapa bagian, langsung loncat deh ke bab selanjutnya. Pasti dibuat penasaran kenapa bisa berbeda dengan yang dipikirkan… Novel ini banyak menjebak. Aku sendiri sempat tergoda untuk langsung ke epilog karena konflik yang tidak ada habis-habisnya. Tapi aku berhasil mengalahkan penasaranku dan hanya bermain dengan pemikiranku sendiri yang hasilnya not bad lah :D

Novel ini menggunakan alur campuran. Percintaan antara Dirga dan Dinasty patut di perlihatkan untuk tidak membuat bertanya-tanya bagaimana cara mereka bertemu, berpacaran hingga Dirga memilih pergi. Saat throwback, kalimat diubah menggunakan italic. Jadi bagi kamu yang suka pusing sama cerita yang kembali ke masa lalu langsung menyatu dengan masa sekarang, tidak akan terjadi dalam novel ini.

Semua karakter cukup bersinar dan mempunyai bagian yang sama. Baik Dirga, Fabian dan Dinasty. Dengan karakter yang cukup kuat itu, aku merasakan apa yang mereka rasakan jika melakukan apapun akan salah. Dilemanya sangat terasa!

Karakter Dinasty seakan nyata -dan gila… enak banget sih direbutin 2 cowok ganteng hiks-. Dinasty adalah sosok perawat yang sangat baik sekali, walau stok sabarnya untuk pasien Fabian sangat kurang (justru kalo dia sabar, ngga akan ada bagian yang bikin ngakak).
“Jangan pernah mencoba menebak isi hati dan pikiran seorang wanita. Sehebat apa pun dirimu, kemungkinan salahnya lebih dari 70%. Dia bisa saja baik-baik, tapi di dalam hatinya dia hancur. Dia bisa saja terlihat bahagia secara fisik, tapi belum tentu secara mental.”
Fabian adalah dokter idaman, aku malah penasaran dokter dimana sih yang masih lajang terus ganteng dengan antrian pasien ibu-ibu ganjen yang pingin disentuh sama si dokternya? Rumah sakit dimana yang ada dokter begitu? Masalahnya aku mau ikutan ngantri ahaha. Fabian ini sosok cowok penunggu, dia rela nunggu Dinasty untuk bisa ngelupain pacarnya itu dan berpaling ke dia. Walau harus dengan berbagai cara...

Sedangkan Dirga asdfghjkl apa-apaan karakter ini! Benar-benar malaikat… sampai malaikatnya, dia ngga punya kekurangan. Peduli banget sama perasaan cewek, bikin baper apalagi waktu dia sama Dinasty pertama kali ketemu. Walau sinetron abis, tapi aku juga mauuu sosweet! Dirga adalah tipikel yang keras kepala tetapi memikirkan masa depan dengan sangat baik. Ngomong-ngomong, Dirga seorang kapten loh! Dia ikutan perang-perang yang masih terjadi diluar negeri gitu, duh… tambah tjakep! Uh, ngga usah pacar deh… punya abang kayak dia juga mau kok! Hihihi Dirga adalah karakter favoritku, karena dia punya alasan yang jelas kenapa dia ninggalin Dinasty gitu aja dan kenapa baru sekarang kembali. Gentle abis!
Dan tentang bagian yang sangat kusuka itu, saat Dinasty dan Fabian harus bermain tebak gambar. Jadi gambar akan dilihat oleh Fabian dan ditebak sama Dinasty. Yang bikin aku ngga bisa berhenti ketawa itu gambar yang diberikan adalah ikan gabus. Tapi Fabian malah menggambar, gunung, hutan, sungai, rumput dan pas terakhiran baru gambar ikan didalam sungai. Pas ditanya malah jawabnya, ngga bagus kalo cuman gambar ikan, pemandangannya juga. Fabian melakukan itu biar mereka kalah, dan akhirnya joget jeruk deh! Dasar lelaki…

Ada beberapa adegan yang menurutku sangat dipaksakan, yaitu saat Fabian kecelakaan. Benar-benar terasa dibuat-buatnya. Tapi semua adegan banyak yang kerasa nyata kok ;) Malah ngerasa lagi diantara mereka.

Mba Viera memilih untuk menggunakan pov pertama dari masing-masing pihak. Aku sempat bertanya, kenapa tidak memilih untuk pov ketiga saja, tapi sepertinya keputusan menggunakan pov pertama lebih baik, karena mengeksplor karakter dan perasaan masing-masing pihak yang berhasil membuat gregetan sendiri saat membacanya. Apa yang karakter rasakan tersampaikan dengan baik di pembaca.

Plot twist yang disajikan sangat tidak terduga, mungkin saking panjangnya konflik dan banyaknya pemikiranku yang salah.
Cerita ini sungguh menarik, walau penuh intrik dan dilema tetapi terlalu manis untuk dilewatkan. Jika kamu sudah bertemu dengan Fabian dan Dirga, tidak akan sanggup untuk memilih diantara mereka. Love this book!
Percayalah, tidak ada yang lebih melelahkan daripada menunggu dalam sebuah ketidakpastian.

Menghilang luka di hati dengan "Across The Ocean" || BOOK REVIEW

Wednesday, March 9, 2016

Judul: Across The Ocean
Penulis: Ria Destriana
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Editor: Irna Permanasari
Sampul: Orkha Creative
Terbit: Tahun 2015
ISBN: 978-602-03-1512-6
Tebal: 168 halaman
Harga: Rp. 48.000

TAGLINE
“Setiap orang berhak bahagia, termasuk kamu.”

BLURB
“Kamu tahu bagaimana caranya mengobati hati yang luka?”
“Bagaimana?”
“Dengan tidak melaluinya sendirian.”

Diseberang laut di Pulau Karimunjawa, dua hati yang terluka bertemu. Saat melihat Anindita, Bayu seperti melihat dirinya sendiri. Perlahan mereka menjadi dekat dan kedekatan itu membuat luka di hati masing-masing mengering dan digantikan sebuah perasaan yang tak asing.
“Karena setiap orang berhak bahagia, termasuk kamu.”
Anindita belum siap. Bayu bersedia menunggu.
Tetapi, bagaimana kalau saat Anindita kembali ternyata Bayu tidak ada di sana?

REVIEW
Tidak pernah terpikirkan dibenaknya kembali ke pulau itu. Seperti sudah lama tak menginjakkan kaki kesana, walau sedikit perbedaan yang terlihat. Bayu bukan liburan kali ini. Jika semua orang yang berada di Pulau Karimunjawa itu memilih berlibur, tidak dengan dirinya. Ia kesana untuk menenangkan hatinya, perasaannya, dan dirinya yang mulai hancur akibat hal yang tak pernah ia harapkan.

Siska memutuskan dirinya, karena wanita itu lelah untuk egois. Hubungan mereka terombang-ambing walau Bayu selalu berpendapat hubungan yang mereka jalin selama ini jelas. Tapi tidak dengan Siska. Perbedaan akan tuhan cukup memberikan alasan mereka berpisah. Siska bisa saja menyuruh Bayu untuk memeluk agamanya, tetapi ia tidak ingin Bayu mengalah. Mereka masih memiliki keluarga yang menyayangi mereka, Siska tidak sanggup kembali menahan Bayu karena keegoisannya.

Disaat itulah Bayu memilih pelarian hingga ke tempatnya sekarang ini. Tempat yang ia harapkan bisa melupakan Siska. Membuang cintanya dan tidak terus membayangkan wanita itu kembali. Hanya itu yang Bayu inginkan sekarang. Tanpa tahu apa yang selanjutnya terjadi.
Saat feri ini berlabuh di pulau Karimunjawa nanti, aku akan berhenti melabuhkan perasaanku padamu.
Di hari pertamanya sampai di Pulau Karimunjawa, badai besar datang menghampiri yang membuat ombak seakan memanggilnya untuk bergabung. Kepedihan yang ditinggalkan kekasihnya cukup membuatnya ingin mati. Mimpi-mimpi yang mereka bangun sudah didepan mata. Menurut Anin, kebahagiaan akan selalu menghampiri mereka ditambah Rama yang sudah melamarnya. Semua terlihat sempurna, sangat sempurna dari apa yang Anin harapkan.

Tetapi kini hanya Anin sendiri. Terisak ditengah pulau yang ia tidak tahu apa-apa tentang tempat itu. Air sudah membasahi tubuhnya, mungkin ini lebih baik ketimbang ia menahan rindu yang tak mungkin tersampaikan. Mungkin itulah detik-detik Anin akan melepaskan kepedihannya selama ini. Tetapi ada seseorang yang menyelamatkan dirinya. Membuat Anin cukup murka saat itu. Semua rencananya gagal.

Bayu dan Anin bertemu tanpa ada kesengajaan. Memilih membuka luka masing-masing dan berharap luka itu menghilang. Hingga Bayu jatuh terlalu dalam akan pesona Anin yang masih mengharapkan mantan kekasihnya. Benarkah Bayu telah jatuh cinta terhadap Anin? Tapi mengapa ia memilih pergi saat Anin kembali?
Menyakitkan tentu, saat orang yang kuharap sedang menungguku ternyata tak menunggu, tapi aku yakin bisa menyembuhkan rasa sakit ini.
Across The Ocean merupakan bagian dari Gramedia Writing Project. Dan ini adalah GWP yang pertama kali kubaca, atau lebih tepatnya yang baru pertama kali kutemui.

Menggambil lokasi di Kepulauan Karimunjawa, sukses membuatku ingin menjadikan tempat itu sebagai daftar liburan. Lokasi-lokasi yang dimunculkan seperti terlihat cantik diimajinasiku, apalagi banyak pulau tanpa penghuni yang pantainya sangat indah. Wow.
Walau lokasi-lokasi yang dimunculkan tidak dideskripsikan dengan baik dan detail, malah terkesan "Lokasi ini harus muncul, yang ini juga harus muncul, pokoknya ini muncul" jadi belum selesai liburan ditempat itu kita diajak ke tempat baru.
Malah aku sangat penasaran sekali bagaimana gosong itu. Dikatakan tempat ini berupa gundukan yang kadang bisa terlihat kadang tidak. Dan aku membayangkan itu sangat menyeramkan. Tapi saat aku searching... OH MY GOD!
Menceritakan tentang 2 cinta, tentu saja menggunakan POV dari masing-masing pihak. Pov Bayu menurutku sangat tidak terasa sekali dibandingkan pov Anin yang nampak lebih bersinar. Akan lebih baik jika menggunakan pov ketiga.
Karena aku sangat penasaran bagaimana perasaan dan pemikiran Bayu di bab terakhir.
Betapa saat itu aku membenci cinta yang memberiku kebahagiaan semanis gula, tapi kemudian menusukkan pisau tajamnya tepat di hatiku.
Pendeskripsian sangat kurang untuk tokoh. Aku baru mengetahui jika Bayu mengenakan kacamata saat 1 atau 2 bab dibagian akhir. Selama cerita itu berjalan, ternyata tokoh yang kuterka-terka diimajinasipun salah-_-
Dan tentang tokoh lainnya, sifat Rama dan Siska menurutku sangat malaikat sekali. Hampir tidak ada kekurangan, tidak ada kesalahan dan mereka adalah sosok sempurna dibayanganku. Fyuh.

Alur yang dipergunakan adalah alur campuran untuk mengulang tentang kesakitan akibat cinta yang mereka alami.
Saat mengalami alur mundur aku sangat menyukai bagian Anin, berhasil dibuat penasaran. Cerita yang disampaikan pun sangat mengalir malah aku merasa, Anin seperti curhat kepadaku saat mengulang cerita cintanya bersama Rama.
Cerita ini bisa digali lebih dalam lagi. Sangat disayangkan cerita yang sangat unik dengan perjalanan ke tempat yang sangat cantik malah terbatas di 168 halaman yang sangat kurang bagiku. Jika lebih digali, mungkin penjelasan tempat dan tokoh akan terlihat lebih hidup dan menarik.

Tapi Across The Ocean sukses untuk ngajak liburan diimajinasi! Sangat berhasil untuk menarik minat mengunjungi tempat itu. Malah aku penasaran dengan pulau-pulau cantik di Indonesia lainnya.
Across The Ocean ngga mesti nyebrang laut dulu buat beli kok. Masih ada ditoko buku terdekat di kotamu. Jadi, selamat berburu yaaa ;)

"...di pulau ini hatiku untukmu kulepaskan. Dengan yakin aku akan mengucapkan selamat tinggal untuk cintaku padamu. Semoga saat luka di hati ini benar-benar sembuh, aku bisa kembali jatuh cinta dan menemukan penggantimu."

Cinta yang mencekam melalui "Sincerely Yours" || BOOK REVIEW

Thursday, March 3, 2016

Sincerely Yours
Oleh Tia Widiana
Gramedia Pustaka Utama (GPU)
September 2015
978-602-032050-2
248 halaman
Rp. 57.000

Sincerely Yours adalah karya kedua dari Tia Widiana yang baru pertama kali kubaca. Buku ini sempat menjadi timbunan selama 5 bulan karena aku melihat salah satu tweet seseorang jika banyak sekali typo atau kesalahan dalam penulisan didalam novel ini.
Jadi benarkah kesalahan penulisannya terlalu banyak dan sampai mengganggu isi cerita?
Tapi kenapa bisa menjadi pemenang pertama lomba Amore? Terusin bacanya sampai bawah ya kalau pingin tahu ;)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Menceritakan tentang Sekar Wangi Tambang Laras atau Inge yang merupakan seorang penulis novel Thriller, genre yang sangat jarang digandrungi oleh penulis wanita. Perempuan berusia 24 tahun ini sangat menikmati hidupnya yang bisa berada didalam rumah hingga 24 jam tanpa keluar -kecuali jika bahan persediaan makanan instannya mulai menipis-. Imajinasinya bisa muncul kapan saja untuk membuat novel thriller yang sangat akrab dengan pembunuhan. Tidak mengherankan, jika kini ia telah melahirkan 4 novelnya yang sangat terasa sekali mencekam.

Inge tak pernah memiliki hubungan romantis dengan lelaki lagi. Ia hanya berada dirumah dengan perumahan yang sebenarnya diperuntukkan kepada keluarga muda atau pensiunan. Tidak ada seorang lajang didaerah tersebut tentunya, temannya sendiri pun Nia dan Kiki akan segera ke tahap yang lebih serius dengan pasangannya sedangkan Inge? Miris.

Tetapi hari itu, hidupnya berputar. Ia bukan lagi menjadi Inge seorang penulis novel Thriller yang hanya tau membuat pembacanya merasakan ketegangan dari cerita yang ia tulis. Karena kini ada sosok lelaki bernama Alan Nugraha yang sedang tertimpa musibah –jika itu bisa dibilang- karena ia meminum Esilgan(obat tidur). Ternyata hal itu adalah awal membuka jalan kepada lelaki lain untuk mengobrak-abrik rahasia keluarganya, perasaan dendamnya, dan hatinya.

Alan, lelaki berusia 30 tahunan, pemilik Lindung Tenteram. Ia seorang wirausaha. Mungkin hanya itu yang diketahui Inge pada awalnya. Tetapi semakin lama, akibat pertemuan konyol mereka. Kini Alan dan Inge sedang menyaksikan sesuatu di layar televisi dirumah Inge. Ternyata Alan tidak hanya lelaki baik, tetapi sangat ramah dan selalu memberikan senyum yang membuat Inge merasakan getaran dihatinya. Bisakah ia berharap untuk bisa menjadi milik Alan? Seakan diingatkan dengan suasana yang terlalu romantis dan tidak mungkin dialami karena mereka berdua hanyalah seorang teman. Handphone Alan berbunyi. Hampir setiap mereka bertemu pada malam hari, Alan akan selalu meminta izin untuk mengangkat dan kembali 10 menit kemudian. Ada hal lain dihidup Alan yang tanpa sengaja didengar Inge. Alan bisa tertawa ditelepon bersama seseorang disebrang telfon tersebut. Ada sesuatu yang menggrogoti hatinya saat tahu Alan memiliki kekasih lain bernama Ruby.

Yang tidak kalah mengejutkannya, Alan sebenarnya menyukai Inge. Ia sudah putus -jika bisa dikatakan begitu- dengan Ruby 2 minggu lalu karena dirinya. Inge merasa seperti ibunya. Ia jijik dengan dirinya sendiri karena telah melukai perasaan orang lain. Dan Inge tidak mau Ruby membencinya karena telah merebut sesuatu yang ia miliki. Inge tidak mau menjadi Ibunya yang meninggalkan dirinya karena lelaki lain. Inge tidak mau.

Setelah Inge memilih untuk menjauhi Alan. Lelaki itu kini bersama wanita lain, Meta. Mereka sangat terlihat serasi. Ia baru memahami jika ia tidak sepadan dengan Alan yang nampak selalu rapi tidak seperti dirinya yang seperti zombie. Kepergiannya selama ini tidak mengobati hati Inge, tetapi membuat lukanya semakin menganga.

Apa yang harus Inge lakukan? Mengejar kebahagiannya atau merelakkan orang yang ia cintai untuk bersama wanita lain?
Tapi Inge tidak mau menjadi orang ketiga… Mengapa kali ini Inge sangat sulit mendapatkan kebahagiaannya?
Seperti cover amore pada umumnya, mulai tahun lalu. Amore merubah covernya menjadi manis dan terlihat menyejukkan. Seperti cover Sincerely Yours sendiri. Cover yang menggambarkan ruang tamu/keluarga tersebut terasa seperti rumah yang penuh akan cinta. Dari gambar covernya aku mulai menebak akan ada sesuatu yang menyangkut tentang hal ini.
Dan yaaa… itu benar, selain menenangkan juga memiliki teka-teki dengan covernya! Aku sangat suka cover Amore sekarang <3

"Pria zaman sekarang kebanyakan muram, dingin, sulit didekati, penuh teka-teki, atau memiliki masa lalu tragis."

Sincerely Yours menggunakan pov orang ketiga. Jadi disini, kamu tidak hanya mengetahui bagaimana sudut pandang atau perasaan dari salah satu tokoh saja. Tetapi banyak sekali tokoh-tokoh yang bermunculan memiliki perasaan yang kuat, yang sanggup menarik pembaca, bahwa bukan hanya tokoh utama saja yang menjadi lirikkan. Tokoh pembantu sangat terlihat hidup.

Pemajuan karakter sangat terlihat jelas dari tokoh Alan. Tokoh ini awalnya meredup, tetapi sampai diakhir, ia memegang peranan yang paling kuat yang paling bisa bikin kesel, jengkel, seneng, sedih jadi satu.
Kalau dengan tokoh Inge, selalu stabil dari awal hingga akhir. Inge adalah karakter yang bisa berubah-ubah dalam satu waktu. Jadi tidak mengherankan kenapa Inge selalu konsisten dengan sikapnya dan Kak Tia juga konsisten dengan sikap tokoh ini.

"Hanya karena berjauhan, tidak berarti dia melupakanmu. Distance makes the heart grows fonder,"

Menggunakan alur campuran, tidak akan membuatmu pusing saat membacanya. Karena penulisan kalimatnya sangat pas, sehingga saat kita diajak untuk kembali ke masa lalu, terlihat mengalir. Tidak terlalu bertele-tele dengan kalimatnya. Mungkin saat bagian munculnya konflik saja, yang sangat sudah bisa ketebak dan bagaimana akhirnya.

Tetapi Kak Tia berhasil menyelipkan adegan yang menurutku sangat goals sekali! Saat Inge yang baru tidur hanya 3 jam, memilih untuk minum kopi pada siang hari. Dan Alan yang berada disampingnya melihat itu, langsung mengambil cangkir kopi dari tangan Inge dan meminumnya sampai habis, padahal kopi itu masih sangat panas. Alan tidak perduli asal Inge tidak harus menahan kantuknya. Padahal Inge berlama-lama meminum kopi untuk bisa bersama Alan lebih lama lagi. Ah! Sangat awsweet!
Dan tentang kesalahan apa yang terjadi seperti diawal yang kubicarakan, mungkin typo hanya 1 atau 2 kalimat saja. Selebihnya bisa dibilang banyak kata rancu (tidak dimengerti), pengulangan, kata yang tidak tepat dan banyak kalimat yang kurang tanda titik atau petik dua. Seperti:
“Dan Alan, lelaki yang dia temui untuk kedua kalinya hari ini, terasa lebih familier dan memberi ketenangan.” (hal.75)
Hari itu adalah pertemuan Inge dan Alan yang ketiga kalinya setelah sebelumnya dirumah Nanda dan rumah Inge. Tetapi dikalimat tersebut menyatakan bahwa “kedua kalinya hari ini” padahal mereka sudah tidak bertemu 3 hari. Jadi kata tersebut sangat tidak pas sekali.

Inge hanya menatapnya tangan Linda dan Ilham yang saling bertaut dengan dengan pandangan kosong. (hal.65)
Pengulangan kata dengan.

Sembari mengucapkan kata-kata pamitan, Ilham memeluk Alan lalu mengecup kedua pipinya, sementara Linda memeluk Sekar dan melakukan hal yang sama. (hal.54)
Ada keanehan aja sih, kalo ngeliat cowok sama cowok "mengecup kedua pipinya" walaupun Ilham mungkin menganggap anak, tetapi Alan sudah berusia 30'an. Agak gimana gitu, tapi entah menurut kalian hehe...

Kata rancu, menurut KBBI:
Rukan (hal.98) = Tidak ditemukan, mungkin bahasa daerah.
Besek (hal.70) = tempat yang terbuat dari anyaman bamboo tertutup berbentuk segi empat.
Sebah (hal.58) = Tidak ditemukan, mungkin bahasa daerah.
Menjerang (hal.48) = Menaruh (ceret, periuk, dan sebagainya berisi air dan sebagainya) di atas api supaya panas, mendidih, dan sebagainya; memanaskan.
Pengar (hal.31) = Berasa agak pening (setelah bangun dari tidur yang tidak nyenyak, habis mabuk, dan sebagainya).
Para Menak (hal.16) = Orang terhormat, bangsawan, ningrat, priyayi.
Masygul (hal.59) = Sedih, murung, menyusahkan hati, kesal, sebal.

(Kali ini warna-warni aku bukan penuh akan quotes hiks.)
"Sebagai penulis misteri, aku sudah mengeluarkan segala pikiran gelapku dalam buku, sehingga tidak ada lagi yang tersisa. Sebenarnya yang perlu dicurigai, adalah mereka para penulis novel romance..."

Jadi sekian lama aku menimbang-nimbang apakah saatnya untuk membaca SY ini dan pertanyaan mulai timbul saat sampai dibagian akhir (Kenapa ngga baca dari dulu sih, rese ah!) Novel ini sangat menyeramkan sekali, saking menyeramkannya, aku sudah takut dibagian awal. Penasaran dong ada apa dibagian awal hehe?

Sincerely Yours cocok dibaca waktu bersantai, walau tidak tergolong novel dengan pembawaan cerita yang berat. Tetapi novel ini sangat menghibur walau tidak ada kalimat guyonan.

Banyak juga menjelaskan tentang kepenulisan karena tokoh Inge yang penulis dan akrab dengan editor :p Jadi tambah ilmu deh.

Maaf ya Kak Tia, novelnya baru kubaca sekarang, tapi sangat tidak menyesal membacanya dan sangat suka. Terima kasih sudah dititipkan SY-nya ke aku :D

Dan terima kasih buat para Alien yang sudah membaca sampai bawah!
Semoga Sincerely Yours menggentayangimu untuk segera membacanya ya hihihi.
"Karena begitulah perasaan manusia.
Hanya orang yang kamu cintai yang bisa menyakitimu..."

Dilan #2 -- dia adalah Dilanku Tahun 1991 || BOOK REVIEW

Friday, February 26, 2016


Dilan Bagian Kedua--dia adalah Dilanku Tahun 1991
Penulis: Pidi Baiq
Penerbit: Pastel Books
Ilustrasi sampul dan isi: Pidi Baiq
Penyunting naskah: Andika dan Moemoe
Penyunting ilustrasi: Pidi Baiq
Desain sampul: Kulniya Sally
Layout sampul dan seting isi: Tim pencetak dan Deni Sopian
Terbit: Juli 2015
Cetakan: Kedua – Agustus 2015
ISBN: 978-602-7870-99-4
Tebal: 344 halaman
Harga: Rp. 69.000


Tagline
“Tujuan pacaran adalah untuk putus. Bisa karena menikah, bisa karena berpisah.” Pidi Baiq (1972-2098)

Blurb
“Jika aku berkata bahwa aku mencintainya, maka itu adalah sebuah pernyataan yang sudah cukup lengkap.” –Milea
“Senakal-nakalnya anak geng motor, Lia, mereka shalat pada waktu ujian praktek Agama.” –Dilan

Resensi
Aku akan berusaha untuk menceritakan semuanya dengan jujur, dan dengan keadaan diriku yang kini sudah menjadi sarang rindu, yaitu sarang rindu yang berisi oleh banyak hal yang pernah kulalui di masa itu. Dan juga dengan keadaan diriku yang masih merasakan segala macam emosi yang berkaitan dengan itu.

Setelah resmi jadian, Milea dan Dilan tak pernah luput untuk menunjukkan kasih sayangnya masing-masing. Terlebih Milea yang sangat khawatir terhadap masalah yang selalu menimpa Dilan. Permasalahan dengan Anhar belum selesai ditambah dengan uji coba Dilan selama sebulan. Milea takut jika Dilan akan dipecat dari sekolah. Milea khawatir bagaimana masa depan Dilan kelak?

Saat Milea ingin merubah diri Dilan menjadi lebih baik, hadir Yugo-saudara jauh- dan Pak Dedi-guru magang- didalam kehidupannya. Kang adi dan Beni pun kembali hadir dengan membawa perasaan yang sama seperti dulu. Milea dikelilingi oleh lelaki yang menginginkan dirinya.

Tapi ia tak pernah berpikiran untuk jatuh cinta kepada lelaki lain. Hanya Dilan satu-satunya. Tetapi lelaki itu tak kunjung berubah, sampai akhirnya Milea memilih untuk ia yang merubah diri dan tanpa sadar telah mengekang Dilan.

M: “Tapi, anak nakal ngerepotin orang lain.”
D: “Gak ada anak nakal, reuninya gak akan rame.”
“Kau tahu, kalau sekolah ini diserang, siapa yang akan membela? Kami ini, lah!”
“Tanpa anak nakal, guru BP gak akan ada kerjaan. Harusnya, guru BP itu berterima kasih, deh, ke anak-anak nakal”

Jika rasa cinta yang terlalu besar telah berhasil mengubah segalanya. Bisakah sekarang Milea kembali ke masa lalu untuk memperbaikinya?
Alhamdulillah... Harusnya sudah teposting dari 3 jam yang lalu. Entah karena sinyalnya yang rada-rada atau bagaimana sampai pakai 2 laptop segala dan akhirnya, postinganku kini bisa dibaca kalian hehe...

Setelah minggu kemarin membahas novel yang pertama Dilan dia adalah Dilanku tahun 1990. Kini aku akan membahas novel keduanya yang tidak kalah ngetren, deh! Melanjutkan perjalanan cinta antara Milea dan Dilan.

Apa yang ia lakukan rasanya selalu adalah hal lain dari yang lain. Yaitu, hal berbeda yang sulit kuduga untuk selalu membuat aku merasa surprise dan merasa menjadi seseorang yang begitu istimewa, merasa menjadi wanita yang begitu dihargai.

Novel kedua yang ditampilkan dengan sosok Milea sebagai bintang sampulnya tidak serta merta membuatku menyukainya. Bukan karena aku sangat jatuh cinta pada sampul pertama ada sosok Dilan. Tetapi, lebih tepatnya karena berwarna coklat tua. Membawa kesuraman tanpa disadari. Seperti cover sebelumnya yang warnanya tidak terlalu mencolok, mungkin aku tidak terlalu mempermasalahkannya. Sebenarnya selama cerita yang ditampilkan bagus, sampul bagaimanapun akan kuladeni! Hihi. Bukan berarti karena bintang sampulnya Milea, aku meminta background merah muda ya, itu ngga cocok sekali dengan sosok Milea ;) Cover lainnya...

Tentang tokoh utama yaitu Milea dan Dilan. Aku merasa dibagian #2 ini, tokoh Dilan kurang bersinar tidak seperti yang pertama. Hanya menonjolkan Milea. Dilan seperti tampak *yaudah deh ngalah* atau *terserah aja* jadi emosi Dilan sendiri kurang nangkep saat membacanya sedangkan dengan tokoh Milea, memang sukses bikin campur aduk perasaan. Sukses diajak senang-seneng bareng, sedih-sedih bareng, galau-galau dah.

Dan mungkin novel Dilan tidak akan pernah lepas dari para tokoh pembantu yang deketin Milea dan selalu garing abis pendekatannya duh. Tokoh-tokoh pembantunya juga bertambah banyak dibagian #2 dan juga penggambaran ilustrasi. Walaupun ada beberapa tokoh yang mampir sekali-dua kali, tapi juga turut digambarkan.

Dan tokoh kesukaanku dari bagian #1 dan #2 tetap sama, yaitu bunda (orangtua Dilan). Tokoh bunda ini seperti ibu pada umumnya. Sangat-sangat ingin punya CaMer -Calon Mertua- seperti bunda rasanya. Selain baik, bunda juga selalu mendukung untuk optimis dalam menghadapi sesuatu dan selalu membanggakan pacar anaknya, subhanallah. Dan bunda bisa menjadi tempat curhat, padahal Milea masih pacar Dilan, belum jadi menantu. Bahagia sekali ya punya CaMer seperti bunda hehe.
Tentang permasalahan dibagian #1 yang masih menggantung. Di bagian #2 memang diselesaikan walau menurutku sangat merembet kemana-mana –ya namanya juga geng motor, temen digebukin langsung balas dendam, gitu terus- dan tokoh Dilan diceritakan berhasil ditahan dikantor polisi 2 kali. Jadi bayangin aja gimana kesalnya Milea saat tau kalo Dilan masih menjadi geng motor dan akhirnya ngekang Dilan karena takut Dilan kenapa-kenapa.

Dan permasalahan lainnya, rasaku belum selesai. Seperti permasalahan dari tokoh pembantu-Anhar. Kata ibunya, Anhar mungkin akan dipecat dan itu masih mungkin. Sampai akhir cerita tidak dijelaskan bagaimana Anhar selanjutnya. Seperti tidak diperdulikan lagi.
Setelah itu masalah Kang Adi yang harusnya masih mengajar Milea setiap malam minggu sudah tidak ada lagi. Padahal Milea bilang, jika mau berhenti, ia harus berbicara dulu dengan ayahnya. Tapi? Tidak ada. Tokoh-tokoh pembantu banyak yang hilang padahal permasalahan mereka masih mengambang tidak jelas.
Ngomong-ngomong, aku merekomendasikan kalian untuk membaca novel yang bagian #2 dulu biar ngga terlalu jatuh *uhuk. Karena dibagian #1 adalah masa-masa Milea dan Dilan melakukan pendekatan yang semua orang juga tau, kalo pendekatan lebih mengasyikkan ketimbang saat sudah menjalani masa jadian. Itulah yang ditampilkan dalam Novel Dilan. Bagian #2 banyak sekali intrik dari pasangan yang telah resmi pacaran. Dari saling cemburu, posesifan, sampai over protektif. Jadi bagi kalian yang baper-baper nih, mending baca yang pertama terakhiran aja karena membawa kesan penuh cinta gitu hehe. Dan jangan takut kalo bakal bingung karena langsung baca yang kedua. Karena di bagian #2 banyak terselip adegan atau penjelasan dari bagian #1. Aku nyaranin ini demi kebaikan para galaoers aja. Kisah Dilan ini menarik. Jadi jangan takut dengan buku bagian #2 banyak permasalahan. Bukannya setiap hubungan memiliki resiko dan permasalahan yang harus dihadapi? ;)

“katanya: Kalau kamu bohong, itu hak kamu, asal jangan aku yang bohong ke kamu.”
“Katanya: Kalau kamu ninggalin aku, itu hak kamu, asal jangan aku yang ninggalin kamu. Aku takut kamu kecewa.”

Oh iya, novel yang kedua ini merupakan akhir bagian dari cerita Milea. Tapiii... Tenang aja. Setelah novel "Dilan", akan ada novel "Milea". Yang aku rasa kali ini bagian Dilan yang bercerita. Sungguh! Aku penasaran sekali bagaimana cara pandang Dilan selama ini. Karena selama di novel "Dilan". Milea selalu menceritakan seakan-akan Dilan itu tidak terlalu ambil pusing dengan permasalahan dan juga tidak pemarah. Malah hampir tidak pernah ia memancing keributan untuk bertengkar dengan Milea dan mengeluarkan perkataan kasar. Benar-benar penasaran, tidak dapat menunggu lama Kang Pidi!
Minta maaf sebelumnya, jika terjadi kesalahan dalam tulisan atau pun cara mereview novelku yang tidak benar dan kurang memuaskan. Karena aku sendiri gemetaran harus mulai dari mana untuk membahas novel bestseller ini. Minta maaf buat Kang Pidi, jika aku pembaca yang banyak maunya hihi. Tapi terimakasih telah menciptakan tokoh Dilan dan Milea. Sekali lagi, terimakasih. Sampai jumpa direview novel Milea!

Setiap mengenang hal ini, aku merasa waktu itu seolah-olah aku adalah gadis yang paling menyedihkan di dunia.

Dilan dia adalah Dilanku Tahun 1990 || Book Review

Friday, February 19, 2016


Judul: Dilan dia adalah Dilanku Tahun 1990
Penulis: Pidi Baiq
Penerbit: Pastel Books
Ilustrasi sampul dan isi: Pidi Baiq
Penyunting naskah: Moemoe dan Huda Wahid
Penyunting Ilustrasi: Pidi Baiq
Desain sampul: Kulniya Sally
Layout sampul dan seting isi: Tim Artistik dan Deni Sopian
Terbit: April 2014
Cetakan ke: 16 - Agustus 2015
Tebal: 332 halaman
ISBN: 978-602-7870-41-3
Harga: Rp. 69.000,-

"Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja."
(Dilan 1990)
"Milea, jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu, nanti, besoknya, orang itu akan menghilang."
(Dilan 1990)
"Cinta sejati adalah kenyamanan, kepercayaan, dan dukungan. Kalau kamu tidak setuju, aku tidak peduli."
(Milea 1990)


Sekolah itu adalah tempat yang banyak menyimpan kenangan. Terutama menyangkut dengan seseorang yang aku cintai, yang pernah selalu mengisi hari-hariku di masa lalu, yang malam ini kisahnya ingin aku ceritakan padamu.

Sejak kepindahan Milea ke Bandung, hidupnya berubah secara perlahan--tidak akan pernah sama lagi. Kategori anak baru dan kecantikannya membuat semua orang tau siapa Milea Adnan Hussain--yang akrab dipanggil Lia. Tapi kehidupannya berubah bukan karena ia menjadi terkenal atau semacamnya. Tetapi karena lelaki yang bernama Dilan. Ia mempunyai maksud untuk mendekatkan diri ke Lia. Mungkin Lia akan dengan senang hati untuk mempersilahkannya, tetapi semenjak ia mengetahui bahwa lelaki itu merupakan anggota geng motor, ia mulai menyadari tidak seharusnya mengijinkan lelaki seperti itu dikehidupannya. Lelaki pembuat onar yang taunya hanya membuat kerusuhan. Lelaki yang hanya bisa mencelakakan dirinya sendiri dan merasa berkuasa.

Entah mengapa Lia merasa, jika Dilan berbeda. Dilan tidak sama seperti anggota geng motor lainnya. Dilan hanya akan bertindak jika merasa tidak dihargai atau dianggap rendah. Dilan hanya membela kebenaran. Dilan hanya… Dilan… Nama Dilan selalu terbayang-bayang disetiap tidur Milea. Mungkin itu tidak akan terjadi kalau saja Dilan tidak berhasil membuat Milea merasa nyaman tanpa disadari. Membuat Milea selalu membutuhkan Dilan. Jika tak ada Dilan, semua akan terasa hambar, tidak akan ada yang membuatnya terkejut dengan tingkah laku lelaki itu untuk membuat Milea Bahagia. Tidak akan ada lagi cara menunjukkan cinta ala Dilan yang sangat berbeda dengan lelaki lainnya. Tidak akan ada lagi Dilan. Dilanku. Milikku.

Sesaat Milea sadar, jika rasa penasarannya terhadap kehidupan Dilan membawa harapan besar untuk timbulnya cinta, membawanya menuju entah pada kesengsaraan atau kebahagiaan. Karena masih ada lelaki lain di Jakarta yang mempunyai hubungan dengannya. Hubungan yang tidak bisa dikatakan sebentar. Hubungan yang membuat Milea goyah karena cintanya kepada Beni—kekasihnya mulai pudar. Tapi ia tak bisa mengatakan itu kepada Beni ataupun Dilan.

Jadi apa yang harus Milea lakukan sekarang?
Mempertahankan Beni dan melupakan Dilan?
Atau Melepas Beni dan mengungkapkan kepada Dilan jika ia telah jatuh cinta?
Atau merelakan keduanya?
Apa yang harus Milea lakukan?!!!
Novel remaja yang lagi ngehits banget di tahun 2015 kemarin. Setiap ngecek status di line atau instagram, hampir semua teman pada foto sama buku Dilan atau nulis quote-quotenya gitu. Jadilah menggunggah rasa keingintahuan akan “Buku apa sih ini? Sampe kalangan anak SMA pada baper sama yang namanya Dilan?”
Dan sungguh novel ini memang berhasil merebut hati! Benar-benar membuat mabuk kepayang sama tingkah Dilan yang memang gelo, euy! Dan benar-benar tidak menyesal untuk membeli novel yang masuk kategori bestseller ini. Aku sangat puas!

Aku tidak bisa mengatakan bahwa saat itu aku sudah mencintainya tapi kupikir aku sedang menuju ke sana.

Cover
Sangat sederhana. Dengan latar berwarna biru… muda? Bukan. Biru navy? Bukan juga. Biru ya pokoknya biru kalemlah, tidak terlalu ngejreng sekali. Seperti cover lusuh gitu, mungkin biar terasa seperti tahun 90-an. Dengan gambar tokoh yaitu Dilan bersama dengan motornya! Hm. Walaupun sederhana tapi berasa sangat pas dengan cerita dan covernya tidak terlalu buruk. Malah kalau terlalu heboh, aku merasa tidak akan terbawa dengan suasana saat membacanya.
Cover sebelumnya:
"Harusnya dia mundur daripada harus kecewa karena cinta yang tak sampai."

Penokohan

Kukira tokoh yang ditampilkan hanya segitu, sesuai dengan penggambaran ilustrasi. Tetapi masih sangat banyak tokoh-tokoh yang lain. Mungkin Ilustrasi tersebut menunjukkan para tokoh yang mempunyai peranan penting walau hanya sebagai tokoh pembantu. Tentang tokoh pembantunya, ada beberapa karakter yang sangat kurang ditonjolkan.
Aku kurang paham dengan sosok Nandan. Sangat tidak terasa tentang tokoh ini, padahal ia mempunyai peranan penting karena menyukai Milea juga.
Setelah itu Beni yang menurutku juga memilliki andil yang penting tentang perasaan Milea. Tapi saat membaca tokoh Milea bersinggungan dengan Beni, seperti WUS! BLAM! Hilang. Selesai. Walau sangat terasa bagaimana sakit hatinya Milea dengan Beni, tapi ya seperti itu:(
Dan tokoh pembantu lainnya yaitu Kang Adi sangat terasa sekali. Sampai-sampai aku kesal sendiri sama tokoh yang tidak peka ini. Benar-benar terasa menjengkelkannya.
Untuk pemeran utama? Milea berhasil diserta Dilan yang bikin nyaris ketawa sampai mau nangis! Hahahahaha.

Kukira dia mengerti, bahwa semua itu kulakukan adalah karena aku sayang padanya. Atau itulah dirinya? Dia yang pandai menutupi perasaan aslinya, agar aku merasa tidak bersalah dengan apa yang sudah kulakukan padanya.

Alur
Alur yang digunakan dari maju ke mundur dan perlahan mulai maju kembali. Seperti menceritakan tentang masa lalu, Flashback gitu. Alur yang disajikan sangat pas! Layaknya kita membaca buku diari seseorang secara terang-terangan. Sangat tidak terduga.
Latar
SANGAT TERASA SEKALI! Aku berhasil diajak ke tahun 90 yang jelas aku belum lahir hehe. Tapi penyajiannya..."AKU MAU LAHIR SEBELUM TAHUN 90-AN KARENA SANGAT 5^hk!@#" penggambaran suasana sangat terasa nyaman ditahun itu. Benar-benar mengasyikkan masa sekolah anak tahun 90-an. latar tempat pun terasa nyata, atau mungkin memang nyata? Seperti tempat jualan Bi Eem yang dipenuhi anak gengster berbagai sekolah. Aku berhasil membayangkannya dengan ilustrasi yang disampaikan pun sangat membantu! Apalagi dengan 'Jalan Milea' rasanya seperti ingin mengunjungi Bandung tapi bukan ditahun ini.

Kesalahan
Kalimat yang ditampilkan bersih dari typo. Mungkin kesalahan ada diberbagai kata penempatan spasi.
Setelah itu dihalaman 277 saat Milea menanyakan kepada Dilan “Kamu kemaren mau nyerang?” padahal hari itu adalah hari penyerangannya yang dilakukan sekitar siang atau sore hari. Dan percakapan itu terjadi saat malam hari. Tentu harusnya "Kamu tadi siang(atau sore) mau nyerang?"

M: “Kalau aku marah ke kamu?”
D: “Baguslah.”
M: “Bagus? Biar aku gak mau ketemu kamu?”
D: “Biar jadi ujian buat aku, bisa enggak membuat kamu menjadi tidak marah.”
M: “He he he. Kamu pasti bisa. Aku yakin ….”
D: “Tugasku membuat kamu senang.”
M: “Kalau tidak bisa membuat aku senang?”
D: “Berarti, aku gagal menjadi orang yang menyenangkanmu.”

Dan saat kamu membaca novel Dilan, jangan kaget ya! Kamu akan diajak mendengarkan kisah seseorang yang butuh sandaran. Seperti tempat curhat dan Milea butuh kamu untuk mendengarkan! Karena ini menggunakan POV pertama dari Milea-nya sendiri. Mungkin akan terasa datar saat diawal, tapi dibagian selanjutnya, novel ini tidak akan sanggup kamu tutup jika tidak terdesak sesuatu. Seperti cerita Milea harus kita dengarkan sampai habis!

Apa yang dia lakukan benar-benar istimewa, sesuatu yang berbeda yang tidak pernah terpikir orang lain. Sesuatu yang selalu berhasil untuk membuatku merasa sangat dicintai, merasa sangat dihargai dengan cara istimewa dan dengan cara yang tidak biasa.

Sangat tidak menduga. Walaupun bukan novel pertama yang kubaca layaknya diari. Tetapi kali ini aku tidak bosan untuk membaca berkali-kali. Seperti sosok Dilan itu nyata malah sangat nyata. Banyak tokoh lelaki yang digambarkan layaknya malaikat dengan kelebihan yang sangat luar biasa. Tetapi tokoh Dilan walau dibilang tidak terlalu ganteng dan pembuat onar, berhasil merebut sebagian besar kaum wanita di kalangan SMA sekarang. Wow! Dilan bukan lelaki yang akan membawakan bunga setiap Milea marah. Memberi coklat saat ingin bertemu. Dilan lebih dari itu semua!

Aku ingin pacaran dengan orang yang dia tahu hal yang aku sukai tanpa perlu kuberitahu, yang membuktikan kepadaku bahwa cinta itu ada tetapi bukan oleh apa yang dikatakannya melainkan oleh sikap dan perbuatannya.

Kalo disuruh memilih untuk bagian mana yang paling kusuka, aku tidak tahu kalo hanya memilih satu. Karena banyak sekali bagian-bagian saat Dilan melakukan pendekatan dengan Milea yang berhasil membuatku sendiri menjadi sosok Milea. Perlakuan dan perkataan Dilan sepert membius kaum hawa gitu hehe.
Tapi bagian yang menurutku rasanya seperti 'Wanita yang paling bahagia di bumi' jika ada yang seperti itu secara nyata adalah saat Anhar menampar Milea tanpa sengaja. Dan dilan yang tidak masuk sekolah mengetahui hal itu, langsung pergi ke sekolah untuk menghajar Anhar yang berani menyentuh Milea dengan kasar. Saat di ruang kepala sekolah pun, dia bilang "Kepala Sekolah berani nampar dia, kubakar sekolah ini!"
Dan sungguh! Ya ampun Dilan segitu banget sih demi cewek :3
Milea selalu mengatakan bahwa Dilan bukan jagoan, bukan superman, dia hanya anak SMA biasa yang selalu menghargai orang lain. Jika orang tersebut tidak melakukan kesalahan, tidak mungkin Dilan berani memukulnya.
Mungkin tokoh Dilan cuman fiksi. Tapi alhamdulillah, sosok-sosok seperti Dilan telah merangkap menjadi sahabatku dan itu sangat menganggumkan ;D

Banyak pesan yang bisa didapatkan dari novel ini:
*) Jangan menilai seseorang dari luarnya atau mungkin mendengarkan kabar yang beredar. Jika kau tidak tahu apa-apa tentangnya jangan langsung menghakimi.
*) Jika ingin dihargai, hargailah orang lain.
*) Tidak semua orang mempunyai pikiran yang sama denganmu. Apa yang menurutmu terbaik untuknya bisa jadi sangat menyakitinya.

Cerita mereka tidak berhenti sampai ditahun 1990. Masih panjang perjalanan cinta antara Milea dan Dilan. Sangat banyak yang ingin Milea beritahukan kepadamu. Lalu, kisah mereka pun berlanjut.

Tapi biar bagaimanapun, itu adalah harinya, di mana dan kapan pun, setiap aku mengingatnya, aku akan langsung tersenyum.

Melanjutkan Perjalanan Mencari Romeo - LDR #2 : L'amore di Romeo || Quote

Tuesday, February 9, 2016


Judul : #LDR2: L'amore di Romeo
Penulis: Cassandra Massardi & Silvarani
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cover Designer: Marcel A.W.
Photos by : Frans Hambali / Maxima Pictures
ISBN : 978-602-03-1813-4
Tebal: 256 halaman
Harga: Rp. 58.000,-

Tagline

Aku yakin, Romeo-ku masih ada diluar sana...
Dan ia sedang menungguku untuk melihatnya...

Blurb
Cinta abadi tak hanya ada di Roma!
Untuk sementara, biarlah Carrie beranggapan begitu. Jadi
sekarang, mari lupakan kesedihan dan siap melangkah ke
depan!
Carrie pun berkenalan dengan kota baru yang siap
mengobati luka hatinya, siap memperkenalkan cinta baru
untuknya.
Nama kota kecil itu adalah Verona...
Di tempat yang menjadi saksi kekuatan cinta abadi
Romeo dan Juliet itu, Carrie berharap Verona memberinya
kesempatan untuk merasakan cinta.
L’amore di Romeo—cinta seorang Romeo...
Semoga Verona tak mengecewakannya.
Semoga ia bisa mengobati hati Carrie.
Dan mempertemukan Carrie dengan Romeo-nya…

“...juliet, tolong katakan pada cinta sejati yang ada di hatimu. Kali ini, aku tidak akan mengejar cinta sejati. Aku akan membiarkan cinta sejati yang datang mengejarku. Aku disini”
"... gue percaya cinta seperti Romeo dan Juliet itu ada kok. Dan cinta seperti itu memang cuma menyapa orang-orang berhati tulus."

Ciao, amica!

Ngga kerasa sudah selesai liburan aja (3 hari bisa dibilang liburan ngga sih? Haha). Jadi selama 3 hari ini aku memilih saran dari temanku untuk memanfaatkan liburan sebaik mungkin! Masalahnya kalo sudah ketemu weekend, itu artinya harus kerjain timbunan pr. Garing banget hidupku, pantesan! Dan di 3 hari yang berusaha kumanfaatkan itu... aku berhasil membaca 4 buku dan beberapa cerita wattpad sampai tamat. Entah kerasukan apa bisa baca buku sebanyak itu dalam waktu singkat. Sungguh kebanggaan tersendiri hehe.

"Mata kalian berdua itu udah ketutup sama cinta! Tapi, yang harus kalian berdua tahu,cinta yang ada di hati kalian itu bukan cinta abadi atau cinta murni, tetapi cinta yang egois."
"Jika kita mencintai seseorang, keinginan untuk bersamanya sekuat keinginan murid menjauh dari buku pelajaran. Sedangkan meninggalkan orang yang kita cintai, rasanya seberat hati murid yang harus ke sekolah. Tapi semua ada kodratnya. Murid harus masuk sekolah. Sama seperti suatu saat nanti, aku harus meninggalkan kamu."

Ngomong-ngomong amica itu artinya teman dalam bahasa Italia. Kenapa pembukaan aku menggunakan bahasa Italia? karena –biar dikata keren aja sih hehe- aku baru saja membaca LDR #1 dan #2 karya Cassandra Massardi dan Silvarani. Novel yang dikeluarkan berdekatan dengan peluncuran filmnya sendiri tahun kemarin. Film LDR ini berhasil membuat para anak abege heboh ditambah pemeran utamanya yaitu AL dan Verrel *duh* dan aku baru saja selesai membaca novel ini? Ya tuhan ampunkan.

mungkin bodoh jika mengharapkan, apalagi mencintai seseorang yang mungkin tidak berusaha sama sekali menggapai kita. Akan tetapi, pilihan hati tidak bisa disangkal. Di sanalah, rasa cinta bersemayam, mengendap, tak dapat membeku.
"Kamu tahu apa itu cinta. Kamu ngga perlu merangkai kata-kata indah yang bisa kamu persembahkan untuk seseorang. Tanpa kata-kata, kalau memang kamu mencintai seseorang, dia juga akan menyadari bahwa sesuatu yang kamu bawa adalah cinta."

Jadi untuk mengatasi kebasianku karena aku ngga mungkin review bukunya, sudah kadaluarsa kali! Ataupun review filmnya, baru selesai baca aja sudah sok mau review film hm. Jadilah aku menyimpulkan untuk memberi beberapa quote yang ada didalam buku LDR#2: L’Amore di Romeo. Harusnya aku juga memberikan isi quote yang ada di buku LDR#1. Tapi karena kepikiran untuk tidak mereview, jadilah aku tidak menandai halaman-halaman yang kusuka. Padahal banyak sekali hal-hal yang.... astaga tidak bisa diucapkan.
kertas-kertas ini adalah bukti bahwa semua manusia di dunia tak lepas dari sapaan cinta. Siapa pun bisa jatuh cinta, tetapi siapa pun bisa patah hati.
"Terkadang manusia perlu egois untuk mendapatkan sesuatu yang berharga di dunia ini. Apalagi kalau hal yang ingin didapatkannya itu adalah cinta yang hanya dimengerti oleh hati."

Hatinya bertanya, siapa yang duluan ingin menangis? Langit yang mulai gerimis atau mata yang sudah basah?

Dan saat menulis ini, entah mungkin dewa-dewi yunani lagi berbaik hati kepadaku. Karena film LDR#1: L’eternite di Roma akan muncul di tv untuk yang pertama kalinya yey! Padahal aku sudah pasrah mungkin tunggu di tv beberapa bulan lagi, tapi... terima kasih kepada Apollo dan Dante, Juliet dan Romeo, terutama Cupid-kali ini panah asmaramu berhasil masuk kedalam hatiku yang setebal baja walau tidak berbentuk cinta tapi kebahagiaan. Nah kan tambah ngelantur akibat efek terkena sindrom si Carrie ini hehe.
"Tapi sebenarnya cinta itu nggak perlu pengorbanan."
"Lho, kenapa?"
"Kalau seseorang merasa berkorban untuk orang yang dia cintai, berarti dia harus mempertanyakan cintanya itu tulus atau ngga. Kalau kita tulus mencintai seseorang, kita nggak merasa melakukan pengorbanan yang menghabiskan waktu, energi, dan uang kita. Kita ikhlas memberikan apa saja untuknya."

Quote-quote yang terdapat didalam novel LDR ini sukses bikin aku pingin pasangan seperti Romeo, dan aku tahu itu tokoh fiktif. Tapi serius, ngga ada yang mau ngajakin aku ke Roma dan Verona sekarang nih? Hmm.
...jika kita mencintai seseorang, berarti kita juga harus menghargai masa lalunya sebagai bagian dari dirinya.
"Dan gue yakin, cowok jodoh gue itu akan tetep bisa jadi milik gue, apa pun rintangannya."

Seumur hidup, baru kali ini ia merasa ada sesuatu yang hangat muncul di hati. Sebelumnya, ia hanya tahu dan meyakini bahwa perasaan sejenis ini hanya ditemui Juliet dari diri Romeo.
"Selama hidup di mimpi-mimpi dunia Romeo dan Juliet, lo akan terus kecewa dan dimainin banyak cowok."

"A man who knows his way in the kitchen will know his way to your heart."

"...kenapa cewek selalu luluh kalau lihat cowok nangis?"
"Elo barusan mainin rambut. Di ilmu bahasa tubuh, itu tandanya cewek mulai tertarik sama lawan bicaranya."

Namun, sekian lama dipikirkan, kekecewaan itu sebenarnya berubah wujud menjadi penyesalan. Penyesalan karena pura-pura tidak membutuhkan.
Namun, itulah cinta. Kalau kita ikhlas mempersilakannya masuk ke hati, kita harus mampu menanggung segala kebahagiaan dan luka yang diakibatkan rasa itu.

Saat ini, jika hatinya boleh jujur, ada kesedihan yang menguasai. Kesedihan yang awalnya ia kira akan mendatangkan kebahagiaan.
Memangnya untuk mencium seseorang tidak diperlukan nyali dan perasaan yang mendukung? Mencium seseorang berarti pembuktian bahwa kita memberikan kasih dan sayang kepada seseorang yang kita pilih.

Scene filmnya romantis banget ya ampun... ngga sanggup liat Al peluk-peluk cewek hiks. Jujur aku nungguin banget bagian Al ini yang mana, aku nebak-nebak dari awal... eh taunya yang LDR #1 tentang Demas yang diperankan Verrel (kalo di film aku belum tau loh ya hehe)
"Semakin kita buat sugesti kalau orang ini adalah jodoh kita, maka semua kebetulan akan terlihat seperti 'tanda-tanda' dari dewa cinta..."

Mungkin segitu aja quote-quote yang membekas dihatiku *apaan deh* tapi seriusan ngena banget! Pas baca aja kayak diajak travelling sambil sakit hati apalagi pas nonton ya. Ngga sabaaarrrr doh *euforianya lawas*
Grazie buat yang sudah baca hihi... Semoga bisa ketemu Romeo atau Julietnya masing-masing ya ;)

Per te... from your Juliet, Romeo :P
Ia tak mau mati sekarang. Masih banyak yang ingin ia lakukan. Masih banyak mimpi yang ingin ia wujudkan.
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS