Showing posts with label adult. Show all posts
Showing posts with label adult. Show all posts

[Resensi Novel] Crash Into You - AliaZalea

Saturday, November 19, 2016




Judul: Crash Into You
Penulis: AliaZalea
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama: Maret 2011
Cetakan kedelapan: Januari 2014
ISBN: 978-602-03-0157-0
Tebal: 280 Halaman
Rate: 17+
Harga: Rp 41.600





"Aku menghindari mereka karena tahu bahwa mereka hanya bisa membawa patah hati, bukan kasih sayang. well... mungkin mereka bisa memberikan kasih sayang, tetapi bukan untuk perempuan sepertiku."

Nadia tidak menyangka. Dua puluh tahun berpisah, kini pertemuan mereka harus terjadi di Bali. Dalam keadaannya yang hangover di dalam lift, Kafka menolong Nadia. Perempuan yang semasa SD selalu ia usilkan itu kini berada di dalam dekapannya sedang meracau tidak jelas.

Sedangkan Nadia merasa ingin mengulang kembali waktu untuk menunggu Adri di depan pintu Bar dan tidak kembali sendirian ke Hotel, agar tidak bertemu dengan Kafka dengan keadaan memalukan seperti itu. Nadia yang dikenal orang lain adalah anak yang ramah, penurut, baik hati dan bukan ‘liar’ karena sering clubbing.

Kini, yang harus Nadia lakukan adalah menjauhi Kafka bahkan berusaha menghilang dari pandangan lelaki itu sampai ia tiba di Jakarta. Akan tetapi nasib buruk sepertinya menimpa Nadia setelah bertemu Kafka.

Dengan informasi yang didapat dari Kak Mikhel, dokter yang akan menangani penyakit jantung ayahnya adalah dokter bernama Kafka. Nadia berharap, kalau Kafka yang dimaksud bukanlah Kafka teman semasa SD-nya. Tapi harapan itu meleset. Kini Nadia akan bertemu dengan Kafka setiap ia mengantarkan ayahnya untuk periksa. Entah kesialan atau kebahagian, karena Nadia tidak menyesal dengan kenyataan itu.

Namun yang Nadia tidak tahu, apakah perasaan yang ia alami ini sama dengan perasaan yang dirasakan oleh Kafka?
Jika memang begitu, kenapa saat Nadia menelfonnya terdengar suara wanita seakan-akan ia sedang melakukan sesuatu yang tidak-tidak?
Apa Nadya harus mengubur perasaan yang mulai tumbuh itu?

"Aku selalu memastikan bahwa akulah orang yang diobsesikan bukan yang terobsesi."

Pertama kali membaca tulisan AliaZalea dalam Crash Into You adalah sesuatu yang tidak terlalu buruk. Aku kurang mengikuti tentang novel-novel yang ia tulis, sehingga tidak terlalu tahu judul novel apa yang seharusnya kubaca terlebih dahulu.

Dengan sampul berwarna merah serta gambar sepatu, membuatnya terlihat sangat elegan dengan kesan mewah (yang benar-benar menggambarkan cerita ini.) Kebetulan, aku suka dengan sampul-sampul sederhana tapi eye-catching. Dan sampul-sampul baru dari novel AliaZalea berhasil menarik minatku!

"Kenyataan ini bukan meredakan tangisku, tetapi membuatku menangis karena tersedu-sedu."

Sebelumnya, aku sempat membaca beberapa komentar negatif dari GoodReads yang membuatku sedikit bersyukur, karena hal itu tidak menyurutkan nafsu membacaku, melainkan semakin penasaran. Apa semenyebalkan itu?

Awalnya aku sedikit bingung dengan penggambaran dari setiap tokoh, aku merasa kurang atau tidak tersampaikan dengan baik. Beberapa kali aku membaca narasi yang sangat panjang-panjang itu untuk fokus dengan apa yang terjadi, tokoh mengenakan apa, atau bagaimana perasaan tokoh tersebut.

Penggambaran tokoh yang tidak terasa terjadi kepada tiga sahabatnya Jana, Adri, dan Dara. Aku kurang merasakan bagaimana sosok sahabat-sahabatnya itu dalam imajinasiku. Hanya dapat menyimpulkan bahwa Dara bak supermodel, Adri sang psikolog, dan Jana yang sudah punya suami.

Terlebih lagi tentang Karin. Aku tidak mengerti dari sisi mana ia membenci perempuan itu yang menurutku sangat terlalu baik. Dan yang membuatku penasaran, perasaan Nadia ke Karin pada akhirnya tidak cukup jelas. Aku tidak tahu apa dia masih sedikit kesal kepada wanita itu, atau merasa malu karena ketahuan berduaan dengan Kafka dalam keadaan ya gitu, atau menganggapnya sebagai teman? Ia cuman bilang bahwa ‘Karin bukanlah orang yang buruk seperti dugannya’ cuman itu.

Sejujurnya untuk perasaan para tokoh, AliaZalea menurutku sudah menuturkannya sangat baik, ia sanggup mempermainkan perasaan pembaca sepertiku yang memang sangat sensitif. Dalam beberapa halaman saja, ia bisa menjungkirbalikan perasaan dalam tokoh itu membuatku yang awalnya ingin mencak-mencak kepada Kafka karena sifatnya, malah merasa setuju dengan tindakan yang diambil oleh Nadia selanjutnya.

Tidak terduga sama sekali, karena di beberapa bagian aku dapat mengenal sifat Nadia yang pantang menyerah dalam melakukan aksi balas dendam. Tidak terlalu burukkan?

"Pernyataan mereka membuatku tersenyum dan merasa bahwa ternyata semua orang pasti akan selalu merasa kurang dan tidak puas terhadap sesuatu, tetapi kita harus tetap hidup dan mencoba untuk mengatasi rasa ketidaknyamana ini."

Selain itu, aku bisa merasakan alur ceritanya yang lompat ke sana-ke mari. Meskipun AliaZalea memberitahukan itu dengan sangat baik bahkan aku sangat paham. Tetapi ia menggambarkan itu dalam satu narasi yang sama beberapa kali, antara masa lalu dengan masa sekarang yang dicampur adukkan. Tidak dipenggal ke ceritanya selanjutnya. Mungkin ini yang membuat pembaca seperti membaca diari saat di tengah-tengah dipaksa untuk baca halaman awal begitu saja.

Sedangkan setting cerita, aku cukup puas. Memang untuk penggambaran saat mereka di rumah sakit tidak terlalu jelas, tetapi penggambaran untuk di tempat lainnya seperti Empire dan kamar Kafka, aku dapat membayangkannya dan… oh beneran mereka melakukan itu di sana?

Dan untuk kekurangan lainnya dalam novel ini adalah…
1. Sedikit mengganjal saat di akhir cerita, karena di ceritakan Adri sedang berulang tahun dan Nadia akan merayakan atau paling tidak mengucapkan selamat ulang tahun kepada sahabatnya itu. Tetapi? Yang terjadi malah Nadia tidak mengucapkan apapun kepada Adri karena baterai ponselnya habis. Padahal saat itu ia bersama Karin, bisa saja kan untuk meminjam charger karena keadaan darurat (menurutku, itu darurat.)
2. Belum terlepas dari kejadian itu, ketiga sahabat Nadia seakan menghilang begitu saja. Seperti tidak dibutuhkan lagi. Padahal aku sudah menunggu-nunggu, mungkin ketiga sahabatnya itu akan kesal dengannya karena melupakan ulang tahun Adri dan memilih bersama Kafka, atau Nadia akan menceritakan kabar kebahagiaannya. Tapi? Tidak ada. Cerita persahabatan itu tidak dijelaskan lagi. Lenyap! Wush!
3. Dan masih menyangkut sahabat-sahabatnya itu, Elang sempat bilang tentang Jana yang akan memarahi Kafka jika menyakiti perempuan itu. Dan Nadya sedikit penasaran dengan ‘Jana yang tidak mungkin melakukan itu’. Tapi sekali lagi? Tidak ada kejelasan apapun. Malah ini adalah terakhir kalinya nama Jana disebutkan.
4. Nadia diceritakan punya kedua kakak yang overprotektif bernama Viktor dan Mikhel yang akan kepo berat bahkan tidak segan-segan untuk menghabisi lelaki yang menyakiti adiknya. Tapi? Kedua kakaknya itu saling taruhan bahwa adiknya hamil diluar nikah. Entahlah, aku merasakan keganjalan.
5. Bagaimana bisa Nadia tidak tahu kalau Kafka setengah bule? Setahuku, meskipun tidak terlalu dominan sama sekali, paling tidak blasteran sudah keliatan. Apalagi anak SD yang senang membanding-bandingkan sesuatu. Kemudian saat mereka bertemu kembali. Masa tidak terlihat bule-bulenya si Kafka pas gede? Kenapa pas menjelang akhir baru Nadia sadar?
6.Tentang Jana yang dikabarkan akan menikah, tetapi saat dibilang ia akan melakukan fitting baju. Nadia memberi penjelasan bahwa Jana memiliki anak kembar. Aku tidak terlalu tahu, apa Jana punya anak diluar penikahan atau seorang janda beranak dua.
7. "...mengatakan betapa cintanya aku pada kafka kepada kafka."-halaman 253. Terjadinya pengulangan kalimat.
8. "Tipe laki-laki yang terlalu HOT untukku dan jauh di luar ligaku."-halaman 112. Mungkin maksudnya di luar logikaku?
9. Dan terakhir, ia dikatakan memiliki sifat yang kurang percaya diri bersama Kafka, di sini aku sulit membedakan. Karena Nadia kadang-kadang bertingkah seolah-olah menginginkan Kafka, kadang dia takut kegeeran dengan tingkah Kafka bahkan dia mengeluarkan sifat centilnya pada lelaki itu.

"Untuk apa dia bertingkah laku baik selama beberapa menit, bahkan meredakan tangisku kalau akhirnya akan mempermalukanku juga?"

Overall, aku sangat menikmati kisah ini! sungguh, aku terbayang-bayang apa ada lelaki seperti Kafka lagi? Walaupun usilnya kebangetan, tapi dia ngelakuin itu untuk mendapatkan perhatian Nadia.

Namun, kalau disuruh memilih antara Elang dan Kafka… sepertinya aku akan berpihak pada Elang. Kehadirannya memang kurang dari tiga puluh halaman. Tetapi sifat dari lelaki itu bikin aku merasa we-o-we, siapa sih yang nggak mau disayang sama cowok yang saat kita kencan sama dia malah ngomongin orang yang kita suka, lalu dia malah bilang bakalan bantuin bahkan nerima masa lalu perempuan itu. So cute!

Aku bukanlah Cinderella atau Snow White, hidupku tidak akan berakhir bahagia dengan seorang pangeran. Sekarang aku harus meninggalkan awang-awang dan kembali ke bumi.

Antara mimpi dan kenyataan dalam Love, Curse & Hocus-Pocus || Book Review

Thursday, April 28, 2016

Love, Curse & Hocus-Pocus
oleh Karla M. Nashar
Gramedia Pustaka Utama (GPU)
978-979-22-8976-3
Cetakan ketiga: Mei 2013
416 halaman
Rp. 58.000

Love is simple,
but most people tend to overanalyze it.

Troy dan Gadis harus melanjutkan keanehan dalam hidup mereka kembali. Antara mimpi dan kenyataan yang menyatu membuat mereka semakin bimbang. Tidak cukup hanya sekali tetapi mimpi itu pun hadir saat mereka masih membuka kelopak mata. Bayangan sekilas dan bisikan yang lewat membuat mereka sadar, bahwa mereka telah gila.

Gadis yakin bahwa ini semua dibawah pengaruh lyubitshka--gypsy, seseorang wanita tua yang telah mengubah kehidupannya dan Troy dalam mimpi menjadi sepasang keluarga. Sangat jelas itu tidak akan mungkin. Sejak Gadis dan Troy bertemu pun mereka sudah saling melontarkan ketajaman mulut masing-masing, tidak mungkin akan ada cinta.

Tetapi pertualangan mereka yang berlanjut ke Inggris sekaligus mencari Lyubitshka mengalami hambatan yang lebih mengerikan. Selain itu, kehadiran seseorang di masa lalu membuatnya semakin sulit.

Gadis pun menyadari, bahwa Troy akan selalu berpaling dari kenyataan--bahwa mereka pernah bersatu walau itu didalam mimpi. Apa sekarang hanya Gadis yang akan mencari semua kebenaran itu?
Love, Curse and Hocus-Pocus adalah sequel dari buku sebelumnya yang berjudul Love, Hate and Hocus-Pocus. Buku pertama terbit pada tahun 2008 dan dilanjutkan dengan sequel pada tahun 2013. Jarak waktu yang sangat panjang itu tidak membuktikan bahwa si penulis sedang mengalami writers block. Itu semua permintaan dari para pembaca dibuku sebelumnya, karena penjelasan terdapat di author note bagian akhir :)

Jujur, aku belum membaca buku pertama dan nekat langsung membaca sequelnya. Walau sudah membaca beberapa review di blog dan mendapat peringatan bahwa buku kedua ini sangat berkaitan dengan buku yang pertama, tidak membuatku harus menyingkirkan buku ini begitu saja kan? hehe...

Dibagian awal, sang penulis memberi keseluruhan cerita yang berada dibuku pertama hanya dalam satu lembar. Tetapi itu semua sudah membuatku cukup mengerti dengan apa yang terjadi dibuku sebelumnya –ya, ditambah ngitip review di blog sih :P

Nggak perlu dipikir-pikir, AKU SANGAT SUKA DENGAN CERITANYA. Dari segi bahasa, karakter, alur, tokoh, aku suka semua yang terdapat didalam novel ini!!! Kenapa aku bilang dari segi bahasa? Karena saat membacanya seperti membaca novel terjemahan. Sangat bagus sekali dan tidak membuat pusing saat dibagian yang terlalu banyak narasi. Membacanya seperti mengalir begitu saja jadi jangan takut walau buku ini tebel tapi ngasikin kok!

Tokoh-tokoh didalam novel memiliki peran yang sama-sama menonjol dan terlihat nyata –karena, disetiap karakter memiliki kekurangan. Lyubitshka saja pikun... ya jelas, umurnya mau seabad haha- mereka sangat tidak sia-sia hadir terutama pada tokoh pembantu. Rasaku mereka yang sangat mengendalikan cerita.

Walau banyak tokoh yang hadir tapi entah mengapa malah jatuh hati dengan tokoh Putra.
Ia adalah masa lalu Gadis. Mereka bertemu kembali setelah 10 tahun lamanya. Putra pada awalnya membuatku kesel banget. Tokoh ini hadir sudah jelas untuk merusak, iya merusak! Merusak segala hubungan yang sudah ditakdirkan *eh.
Awalnya Putra memang datang baik-baik, tapi saat dia sudah kirim-kirim sinyal(?) bahwa ia mengajak gencatan senjata dengan Troy membuatku langsung super duper sinisin Putra. Walaupun tokoh fiksi, rasanya saat dibagian Putra, aku ingin langsung loncatin begitu saja. Apalagi saat dia khawatir sama Gadis rasanya pingin kubilang tukang tipu hahaha. Tapi pandanganku pada Putra berubah saat dibagian akhir, berubah karena... penasaran kan? Kalo penasaran langsung saja dijadiin whislist hehe. Yang jelas dia bukan berubah jadi super hero yaaa...
"...kalian berpikir terlalu banyak untuk hal-hal yang sebenarnya hanya perlu dirasakan. Jangan pernah memakai otakmu untuk memutuskan apa yang hati kamu rasakan padanya."
Menurutku, penulis berhasil membuat pembaca bertanya-tanya setiap bagian akhir bab. Dan itu sangat memancing untuk kita tahu apa kelanjutannya. Aku sampai geregetan sama cerita ini, rasanya pingin baca sekali duduk kalau ngga inget lagi banyak acara disekolah :(

Dari semua bagian, aku sangat suka saat mereka sedang marahan. Ini pembodohan luar biasa!
Aku merasa nonton adegan drama dan disetiap bagian diceritakan sangat rinci, mulai dari apa saja yang berada didekat mereka sampai mimik pun aku seperti mempunyai gambaran sendiri.
Aku menyarankan deh buat cowok baca buku ini, dan kamu bakal tahu kalo cewek itu gengsian banget orangnya! Karena saat Gadis marah, Troy membelikan coklat yang harga tidak tanggung-tanggung hampir sejuta atau mungkin sejuta lebih... yang jelas Gadis ngga nolak juga ngga perduli. Saat Troy pergi, langsung dicomot masukin mulut gitu aja coklatnya. Duh, cewek. Aku? hmm...

Sedangkan adegan yang ditulis dengan sangat baik, tentu saja saat bagian mereka saat berada diantara mimpi dan kenyataan. Itu keren banget! Rasanya pun aku ikut-ikut berada di dua kehidupan mereka yang berbeda. Dan saat dibagian mimpi, itu sangat manis sekali dan dibagian yang sangat mengerikan pun aku juga merasakan apa yang dirasakan Gadis. Seperti ada yang merampas begitu saja padahal itu hanya dalam mimpi. Baper kebangetan!
Tentang hal-hal yang kurang kupahami adalah tokoh Lyubitshka. Dari namanya yang susah, kehidupannya dengan segala tradisi yang menurutku sangat W.O.W tapi sangat susah sekali bahasanya dan tidak terlalu detail dalam pembahasan atau mungkin di buku pertama sudah dijelaskan(?) Dan yang paling aneh adalah Lyubitshka tidak mau dibilang penyihir dan segala macamnya itu. Menurutku lebih tepatnya dia adalah psikolog sekaligus tukang jamu :)) Kenapa aku bilang psikolog? Temukan jawaban di buku ini deh... Walaupun sudah tua, tapi saat aku membaca dialognya seperti seumuran ditambah dia memakai pakaian yang biasa-biasa saja. Tidak nyentrik seperti penyihir lainnya. Eh dia kan bukan penyihir...

PS: Seperti sebelumnya aku sudah katakan diatas kalau aku belum membaca buku yang seri pertama dan aku tahu nemuin buku itu di toko buku susah banget. Jadi adakah dari kalian para reader yang mungkin punya dan niat untuk menjual atau boleh juga dikasih kok. Aku terima dengan sepenuh hati :))

"...kau mengira bisa melihat jelas semuanya hanya dengan memakai matamu, padahal yang kau lihat itu hanyalah sebagian kecil dari apa yang tidak kau lihat."
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sebenarnya buku ini aku dapatkan dari Blind Date With a Book Kak Afifah Mazaya dan Kak Putri.
Saat disuruh milih buku minimal tiga, aku bingung harus pilih yang mana. Takut antara bukunya sudah pernah dibaca atau aku bakal yakin buat baca buku itu dengan sepenuh hati. Dan saat milih buku ini, demi apapun ngga bakal nyangka dapet ditambah bukunya masih bersegel rapi tanpa cacat satupun. Dan juga bukunya dateng cepet banget!
Terima kasih buat Kak Rizki Wulandari. Yey! Sudah ketebak... makasih sebanyak-banyaknya, buku mulus banget kayak dapet giveaway :)
Salam hangat dari Balikpapan untuk semuanya!

Memilih Cinta bersama "Morning Breeze" || BOOK REVIEW

Thursday, March 17, 2016

Judul: Morning Breeze
Penulis: Viera Fitani
Penerbit: Elex Media Komputindo
Editor: Afrianty P. Pardede
ISBN: 978-602-02-5983-3
Terbit: 18 maret 2015, cetakan pertama
Tebal: 264 Halaman
Harga: Rp. 47.800

Fabian Aganta, dokter tampan yang kelebihan hormon ramah dan baik hati sukses membuat suster Dinasty--yang baru saja menjadi asistennya--sebal setengah mati. Tapi sungguh tak disangka, di balik kelakuannya yang menyebalkan, dokter ganteng itu ternyata menyukai Dinasty yang selalu cemberut dan mengeluh setiap pekerjaan yang disuruhnya. Dirga, seseorang dari masa lalu Dinasty datang tepat ketika Fabian menyatakan perasaannya pada wanita itu. Seseorang yang sangat Dinasty cintai dan dinanti-nantikan karena kepergiannya yang tiba-tiba. Mungkinkah Dinasty akan menyukai Fabian dan meninggalkan orang dari masa lalunya? Atau Fabian-lah yang dipilih Dinasty untuk menemaninya seumur hidup?
“Dinasty, angin pagi adalah favoritku.
Dia bisa berembus begitu kencang,
Menyejukkan, namun terasa hangat karena sinar matahari yang muncul.
Begitulah kamu bagiku.
Menyejukkan dan menghangatkan di saat bersamaan.
And whatever happens, you’ll always be my morning breeze
”

Kesel, jengkel, muak jadi satu saat selesai baca. Bawaannya mau pake capslock biar tau, kalo aku lagi geregetan banget sama Morning Breeze ini! Selamat Mba Viera, berhasil buat aku penasaran setengah mampus dengan ombak percintaan segitiga yang dibawa akan berakhir bagaimana. Sangat tidak terduga dengan akhirannya, semua dugaan aku salah besar! Speechless. Pingin teriak deh, bikin frustasi ini novel. Kalian patut membacanya untuk membuktikan perkataan aku salah atau benar, dan aku yakin tidak akan menyesal deh! Jengkel sih pasti karena dipermainin terus di setiap halaman hehehe...
Miris rasanya, saat aku setengah mati berusaha membuatnya tersenyum dan tertawa, ada pria lain yang dengan sengaja membuatnya terluka.
Sebagai karya pertama yang berhasil menembus penerbit, novel ini adalah awal yang baik. Selesai membaca, pasti akan timbul pertanyaan “Apa ada karyanya yang lain?” well, sepertinya membaca “Railway In Love” yang merupakan karya kedua Viera Fitani patut dicoba juga.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Morning Breeze terbilang lebih telling daripada showing dan itu yang membuat terlalu banyak basi-basi. Walau cerita ini sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara mudah tetapi Mba Viera memilih untuk menggali lebih dalam setiap karakter dan itu sangat berhasil!

Jadi kalau kamu mulai bosan dibeberapa bagian, langsung loncat deh ke bab selanjutnya. Pasti dibuat penasaran kenapa bisa berbeda dengan yang dipikirkan… Novel ini banyak menjebak. Aku sendiri sempat tergoda untuk langsung ke epilog karena konflik yang tidak ada habis-habisnya. Tapi aku berhasil mengalahkan penasaranku dan hanya bermain dengan pemikiranku sendiri yang hasilnya not bad lah :D

Novel ini menggunakan alur campuran. Percintaan antara Dirga dan Dinasty patut di perlihatkan untuk tidak membuat bertanya-tanya bagaimana cara mereka bertemu, berpacaran hingga Dirga memilih pergi. Saat throwback, kalimat diubah menggunakan italic. Jadi bagi kamu yang suka pusing sama cerita yang kembali ke masa lalu langsung menyatu dengan masa sekarang, tidak akan terjadi dalam novel ini.

Semua karakter cukup bersinar dan mempunyai bagian yang sama. Baik Dirga, Fabian dan Dinasty. Dengan karakter yang cukup kuat itu, aku merasakan apa yang mereka rasakan jika melakukan apapun akan salah. Dilemanya sangat terasa!

Karakter Dinasty seakan nyata -dan gila… enak banget sih direbutin 2 cowok ganteng hiks-. Dinasty adalah sosok perawat yang sangat baik sekali, walau stok sabarnya untuk pasien Fabian sangat kurang (justru kalo dia sabar, ngga akan ada bagian yang bikin ngakak).
“Jangan pernah mencoba menebak isi hati dan pikiran seorang wanita. Sehebat apa pun dirimu, kemungkinan salahnya lebih dari 70%. Dia bisa saja baik-baik, tapi di dalam hatinya dia hancur. Dia bisa saja terlihat bahagia secara fisik, tapi belum tentu secara mental.”
Fabian adalah dokter idaman, aku malah penasaran dokter dimana sih yang masih lajang terus ganteng dengan antrian pasien ibu-ibu ganjen yang pingin disentuh sama si dokternya? Rumah sakit dimana yang ada dokter begitu? Masalahnya aku mau ikutan ngantri ahaha. Fabian ini sosok cowok penunggu, dia rela nunggu Dinasty untuk bisa ngelupain pacarnya itu dan berpaling ke dia. Walau harus dengan berbagai cara...

Sedangkan Dirga asdfghjkl apa-apaan karakter ini! Benar-benar malaikat… sampai malaikatnya, dia ngga punya kekurangan. Peduli banget sama perasaan cewek, bikin baper apalagi waktu dia sama Dinasty pertama kali ketemu. Walau sinetron abis, tapi aku juga mauuu sosweet! Dirga adalah tipikel yang keras kepala tetapi memikirkan masa depan dengan sangat baik. Ngomong-ngomong, Dirga seorang kapten loh! Dia ikutan perang-perang yang masih terjadi diluar negeri gitu, duh… tambah tjakep! Uh, ngga usah pacar deh… punya abang kayak dia juga mau kok! Hihihi Dirga adalah karakter favoritku, karena dia punya alasan yang jelas kenapa dia ninggalin Dinasty gitu aja dan kenapa baru sekarang kembali. Gentle abis!
Dan tentang bagian yang sangat kusuka itu, saat Dinasty dan Fabian harus bermain tebak gambar. Jadi gambar akan dilihat oleh Fabian dan ditebak sama Dinasty. Yang bikin aku ngga bisa berhenti ketawa itu gambar yang diberikan adalah ikan gabus. Tapi Fabian malah menggambar, gunung, hutan, sungai, rumput dan pas terakhiran baru gambar ikan didalam sungai. Pas ditanya malah jawabnya, ngga bagus kalo cuman gambar ikan, pemandangannya juga. Fabian melakukan itu biar mereka kalah, dan akhirnya joget jeruk deh! Dasar lelaki…

Ada beberapa adegan yang menurutku sangat dipaksakan, yaitu saat Fabian kecelakaan. Benar-benar terasa dibuat-buatnya. Tapi semua adegan banyak yang kerasa nyata kok ;) Malah ngerasa lagi diantara mereka.

Mba Viera memilih untuk menggunakan pov pertama dari masing-masing pihak. Aku sempat bertanya, kenapa tidak memilih untuk pov ketiga saja, tapi sepertinya keputusan menggunakan pov pertama lebih baik, karena mengeksplor karakter dan perasaan masing-masing pihak yang berhasil membuat gregetan sendiri saat membacanya. Apa yang karakter rasakan tersampaikan dengan baik di pembaca.

Plot twist yang disajikan sangat tidak terduga, mungkin saking panjangnya konflik dan banyaknya pemikiranku yang salah.
Cerita ini sungguh menarik, walau penuh intrik dan dilema tetapi terlalu manis untuk dilewatkan. Jika kamu sudah bertemu dengan Fabian dan Dirga, tidak akan sanggup untuk memilih diantara mereka. Love this book!
Percayalah, tidak ada yang lebih melelahkan daripada menunggu dalam sebuah ketidakpastian.

[REVIEW] Pasangan Labil - Paramita Swasti Buwana

Friday, January 29, 2016




Pasangan Labil
Oleh Paramita Swasti Buwana
Penerbit Elex Media Komputindo
Editor Afrianty P. Pardede
ISBN 978-602-02-5607-8
Terbit Tahun 2014
210 Halaman
Rp. 39.800,-





Disebut-sebut sebagai pasangan yang tak akan pernah akur—sampai hari kiamat—dikampus, membuat Dira dan Angga harus menutupi pernikahan yang sudah mereka jalani selama beberapa bulan ini. Status sebagai musuh bebuyutan mengharuskan mereka menutup rapat rahasia terbesar dalam hidup mereka untuk saat ini, termasuk dari sahabat mereka. Peran sebagai ‘musuh seumur hidup’ itu harus dilaksanakan sebaik mungkin, mengingat status mereka juga masih menjadi anak kuliahan. Jangan sampai status menikah ini mengakibatkan salah satu dari mereka tidak bisa meraih impiannya. Melakoni status sebagai musuh di kampus dan melaksanakan tanggung jawab sebagai suami/istri—dalam satu hari—ternyata sangat menguras emosi. Tapi bagaimana jadinya jika ternyata Dira malah hamil? Atau Dira dijodohkan oleh sahabatnya dengan orang lain? Belum lagi kesalahpahaman lain yang membuat keduanya merasakan cemburu satu sama lain. Menjadi pasangan labil itu benar-benar melelahkan.

Ah! kembali di hari Jumat dengan membahas novel -perjodohan uhuk- maksudnya romansa. Aku bingung harus mereview novel ini darimana haha. Karena ini cocok banget buat kalian yang nggamau baca cerita romansa cengeng, galau-galau ngga jelas. Novel ini romansa Komedi, menurutku awalnya agak garing dengan leluconnya tetapi lama-kelamaan aku terbawa suasana dan jadilah seperti orang gila karena ketawa-ketawa sendiri.

Bukankah rasanya janggal jika tiba-tiba kami berdua akur karena saling jatuh cinta? Apalagi kami sudah terlanjur terkenal sebagai biang keributan di kampus.

Bagi yang mau baca novel ini ngga akan nyesel deh, selain halamannya yang sedikit banget... Konflik yang ditawarkan juga ngga terlalu berat pasti sanggup kamu habiskan walau waktu yang kamu punya sangat sedikit.

Dan jika kamu pembaca Wattpad tentu ngga asing kan dengan judul "Pasangan Labil" (karena kemaren aku rekomendasiin temenku dan dia bilang "itu dari wattpad kali" dan aku nyesel baru tau ada cerita sebagus ini hiks) Dalam versi cetak tentu saja kamu akan mendapat No Typo! Plus Epilog! dan bau buku baru~~~ *eh.

Lagi pula, bukankah benci dan cinta hanya sebatas kaca tipis yang sewaktu-waktu akan retak dan kemudian pecah jika kita tidak berhati-hati.

Kembali lagi ngomongin isi novel, alur yang digunakan adalah campuran karena membahas tentang pernikahan mereka yang telah lampau, tapi cukup jelas walau penjabaran tentang suasana dan tempat yang menurutku sangat kurang sekali. Dan pas liat label hanya tertulis 'Novel' padahal banyak kalimat vulgar yang terselip malah terang-terangan di jelaskan (ya ngga vulgar-vulgar amat sih) tapi tetep aja harusnya kan... yang penting aku sudah cukup umur hehe.
Permainan karakter tokoh juga sangat nyata, terutama si Angga. Sangat berbeda bagaimana di tempat Kuliah dan Apartemen (aku tambah kesemsem deh sama cowok jutek belagu tapi bikin ngakak, suka!) Banyak kejutan saat aku membaca dialog Angga ini, rada ngga percaya juga kenapa bisa berbeda sekali... walaupun menggunakan Pov 1 dari Nadira. tapi tetep saja dialog Angga rese bin ajaib! Emang ajaib mah si Angga, Dir! ;)

Ada satu kalimat keganjilan di dalam novel ini:

Apalagi dengan lesung pipit yang sangat kusukai di bawah bibirnya itu
= bukannya lesung pipit ada disamping bibir? Atau mungkin di daerah pipi. Kalo dibawah bibir namanya lesung dagu kan? hmm.

PS: hati-hati bisa bikin kecanduan, menjadi ikutan labil dan mau nikah muda punya suami seperti Angga *ups!

[REVIEW] You Had Me at "Hello" - Indah hanaco

Wednesday, January 13, 2016

You Had Me At "Hello"
Penulis : Indah Hanaco
ISBN : 978-602-02-7005-0
Penerbit : Elex Media Komputindo
Editor : Afrianty P. Pardede
Cetakan : pertama, 2015
Tebal : 360 halaman
Harga: Rp. 63.800,-

Inanna mungkin masih terlalu muda untuk membuka pintu yang membawanya pada pernikahan. Namun berbagai kecerobohan membuat gadis itu tidak punya pilihan. Inanna memilih menghabiskan sisa hidupnya bersama Alistair.
Cinta berhadir begitu dia menantang mata sewarna biru es itu. Harapan dilambungkan ke langit, suatu saat nanti Inanna bisa memiliki hati si pemilik tatapan penghitung pori-pori itu. Bukankah mereka terikat sumpah di depan tuhan?
Tapi apa jadinya saat Inanna tahu kalau Alistair Cuma menganggapnya wujud kepingan masa lalu? Percayalah, cinta takkan pernah semenyakitkan itu.


Perkelahian di Club Phoebe membawa dampak buruk bagi si kembar. Inanna dan Zora. Si kembar identik yang tak bisa dibedakan dengan mudah. Hanya karena Inanna ingin membela sang adik yang beda lima menit dengannya itu membawa kemarahan besar terhadap Navid, sang papa. Navid tak habis pikir dengan kelakuan si kembar yang selalu membuat masalah tanpa perduli dengan alasan mereka. Dan ia pun memilih inilah satu-satunya jalan untuk membuat si kembar jera. Perjodohan.

“pasangan itu semestinya hadiah yang berasal dari tuhan, bukan dari manusia lain”

Inanna tak mempermasalahkan jika kartu kreditnya harus disita, tapi perjodohan? Itu tidak mungkin terjadi dihidupnya. Terlebih di zaman modern seperti ini. Demi tuhan, Ia baru berumur 23 tahun dan pernikahan akan terjadi paling tidak saat umurnya menginjak 30 tahun. Tapi apa yang dilakukannya tidak akan merubah pikiran Navid. Inanna dipertemukan dengan Martin, anak salah satu teman papanya. Martin terus melakukan usaha untuk mendekati Inanna, tapi Ia selalu mempunyai alasan untuk menolak.

“kamu tidak egois, wajar seseorang ingin melakukan apa yang membahagiakannya”

Hingga ketika… kecelakaan itu pun terjadi. Inanna tanpa sadar menabrak mobil didepannya yang membuat pengemudi itu mengalami pendarahan dikepala. Ia tak tahu harus bagaimana… Mungkin Navid akan sangat murka jika mengetahui apa yang diperbuat Inanna lagi. Sampai Ia menatap mata lelaki itu, berwarna sebiru es. Mungkin akan lega saat mengetahui lelaki bernama Alistair Valerius Damanik itu baik-baik saja walau dikepalanya terdapat jahitan. Tapi masalah sebenarnya tidak disitu… Ia merasa dijebak saat keluarga Damanik menyuruhnya untuk mau menikah dengan Alistair.

lelaki seperti dia, mana mungkin tidak punya kekasih? Minimal barisan pengagum yang siap merenggut hatinya

Perjodohan terus menghantuinya sampai Ia tahu siapa yang akan Ia pilih tanpa tahu apa akibat selanjutnya. Apakah mungkin Inanna tak akan terserat diarah yang telah Ia pilih?

”yang kubutuhkan saat ini adalah kejujuranmu. Aku ingin mendengar semuanya. Sekarang atau tidak sama sekali.”


“Bisa tidak kalau kita berhenti menyalahkan? Oke, aku terima kalau kita memang sama-sama salah.”
Novel pertama di tahun 2016 dalam waktu satu hari euy! Iseng-iseng buka I-Jak dan menemukan cerita ini. Walau tulisannya kecil-kecil tidak menyurutkan niat untuk membaca. Apalagi ini pertama kalinya aku membaca novel karangan Indah Hanaco ;))

Aku ngga bisa nilai novel ini dari cover atau bentuk-bentuk lainnya. karena aku baca lewat I-Jak, okay? Awalnya aku sangat penasaran dengan judulnya. You had me at “Hello” apa maksudnya sih? Dan pas baca…. Terbayarkan lah sudah penasaranku!!! Sungguh novel yang sangat manis.

Perjodohan menjadi bacaan yang kusuka akhir-akhir ini padahal aku masih SMA *ampunkan. Yang biasanya perjodohan salah satu pihak tidak mau atau lebih terpaksa. Tapi Inanna dan Alistair menyetujuinya dengan sukarela (walau sama-sama menguntungkan)

masalah klise untuk orang-orang yang terlanjur menyerahkan hatinya dengan total sekaligus tidak punya akal sehat.

Tapi ada kelemahan dalam novel ini.
1. Ada beberapa tanda petik (“) yang kurang atau tidak sesuai dengan tempatnya. Aku tak bisa menyebutkan halaman berapa saja, karena itu banyak sekali.
2. Sangat banyak tokoh pembantu dalam novel ini, terutama si pembawa masalah. Emily. Ia datang tanpa diminta terus lenyap begitu saja. Malah aku merasa jika tokoh ini sangat tidak penting “kalau bukan dia yang membuat konflik”. Emily muncul saat ada di 2 situasi saja dan itupun sangat sedikit perkataannya. Benar-benar hanya untuk pelengkap.
3. Dihalaman 278. Saat Inanna memeriksakan kandungannya. Ia dibantu oleh dokter bernama Laura Manopo. Tapi di satu kalimat malah dipanggil Linda.
4. “awalnya aku yakin kalau Alistair adalah tipikal pria yang tidak akan pernah cukup dengan satu orang pasangan, alias setia” ini kalimat dihalaman yang aku lupa hehe. Tapi buat aku baca berkali-kali. Memang Setia seperti itu, ya?

Dan masalah karakter yang sebelumnya kubilang bahwa banyak tokoh pembantu. Ya memang kenyataan. Walau ada beberapa bagian yang menceritakan Navid, Zora, dan 2 teman Inanna lainnya tapi hanya selingan. Cerita ini sangat menitik beratkan pada Inanna dan Alistair. Menurutku sangat berhasil. Tapi tokoh-tokoh lain seperti dianggurkan begitu saja.

Karakter Inanna dan Alistair sendiri, tambah lama semakin berubah (mungkin efek menikah). Walau berjarak umur 9tahun tapi Inanna berhasil untuk menjadi dewasa dan merubah sifatnya yang selalu tidak sabaran menjadi pengalah. Sedangkan Alistair yang awalnya irit kata, menjadi banyak omong haha dan saaaaangat bijak…. Dia juga romantis *ihiw.
“aku tidak memelototimu, aku cuman memandangimu.”

Ngomong-ngomong saat membaca ini kamu akan diajak untuk mengunjungi kota Florence yang terdapat museum sepatu dan sangat ingin Inanna kunjungi. DAetail setting sangat lengkap, jadi aku sanggup membayangkan bagaimana suasana yang terjadi.
Dan aku tidak kapok kok membaca novel karya Indah Hanaco ini, malah ingin membaca cerita yang lainnya ;) Siapa tau ada yang klop dengan hatiku hehe.

“aku yang tidak punya banyak pengalaman untuk urusan hati, terjerembab begitu saja tanpa bisa menyelamatkan diri. Menyedihkan, ya?”

[REVIEW] Untuk kita yang memilih cinta melalui Last Forever

Thursday, January 7, 2016

Last Forever
Oleh Windry Ramadhina
ISBN : 979-780-843-2
Penerbit : GagasMedia
Editor : Jia Effendie
Desain Cover : Ayu Widjaja
Tanggal Terbit : 20 Oktober 2015
Cetakan : pertama, 2015
Tebal : 384 halaman
Harga : Rp. 69.000


Tag Line
“Bagaimana jika memiliki hanya membuat kita saling melukai?”

Blurb
“Seharusnya, aku tidak boleh mengharapkanmu. Seharusnya, aku tahu diri. Tapi, Lana…, ketakutanku yang paling besar adalah… aku kehilangan dirimu pada saat aku punya kesempatan memilikimu.”
-Samuel

“Untuk berada di sisimu, aku harus membuang semua yang kumiliki. Duniaku. Apa kau sadar?”
-Lana

Dua orang yang tidak menginginkan komitmen dalam cinta terjerat situasi yang membuat mereka harus mulai memikirkan komitmen. Padahal, bagi mereka, kebersamaan tak pernah jadi pilihan. Ambisi dan impian jauh lebih nyata dibandingkan cinta yang sementara.
Lalu, bagaimana saat meneyerah kepada cinta, justru membuat mereka tambah saling menyakiti? Berapa banyak yang mampu mereka pertaruhkan demi sesuatu yang tak mereka duga?

Review

Komitmen adalah penyakit

Menikah adalah hal yang diinginkan setiap orang, terkecuali bagi Lana dan Samuel. Mereka tak ingin ada komitmen, ikatan, dan perasaan. Itulah hubungan yang mereka jalani selama kurang lebih 7 tahun. Persamaan pikiran dan kesukaan membuat mereka saling terhubung dan membutuhkan. Walau mereka hanya bertemu setahun sekali dan itu tak akan berlangsung lama.

Sampai kejadian yang tak mereka harapkan datang. Tanpa disadari, Lana tengah mengandung anak Samuel. Film dokumenter karya Lana pun harus dikorbankan karena hal itu. Kejutan seakan tak henti-hentinya datang saat NatGeo akan menggantikannya dengan Samuel tanpa memberitahukannya. Keterpukulan itu membuat Lana mengabaikan Samuel. Ia merasa dunia sudah tidak adil -hanya ia yang terkena dampaknya, seharusnya Samuel mengalami kehancurannya juga- kebahagiannya pun perlahan meredup. Mimpi-mimpinya seakan menjauh. Hanya ada isak tangis Lana setiap malam.

Sejujurnya Samuel tak bisa untuk meninggalkan Lana dalam keadaan sekarang. Hubungan mereka merenggang. Ia mungkin akan kehilangan Lana karena semua yang terjadi baru-baru ini. Ya, kehilangan… ketakutannya pun menjadi nyata. Hubungannya dengan Lana sudah tak seperti dulu, ia selalu mengkhawatirkan Lana dan ingin mendampinginya apapun yang terjadi.

Menurutku, kau marah bukan karena dia pergi diam-diam, tapi karena dia pergi terlalu cepat

Bukan. Dia marah karena selama ini dia yang pergi meninggalkan perempuan diam-diam

Hingga saat itu tiba. Samuel memikirkan inilah jalan yang terbaik bisa diambil. Tapi tidak untuk Lana. Ia telah mempercayai lelaki itu antikomitmen, tapi kenyataannya. Samuel melamar dirinya –dengan berlutut setelah acara makan malam romantis dipinggir kolam. Lana merasa kecewa, tapi ia tidak bisa membenci lelaki itu. Samuel pemain yang mahir, lelaki yang tak bisa bersama satu wanita, ia akan bosan dengan Lana kemudian bercerai. Ia tak ingin kebahagian dan kebebasannya ini direnggut oleh komitmen. Lana tidak mau dibuat patah hati. Tapi kali ini tangisan Lana sedikit berbeda, seperti seseorang yang baru jatuh cinta. Mungkinkah?

***

Novel ini adalah hasil dari Harbolnas tahun lalu. Aku tidak sanggup dengan harganya dan langsung order gitu aja. Benar-benar tidak nyangka pas datang dan ternyata dapat tanda tangan juga yey!!!

Last Forever adalah novel karya Windry Ramadhina yang baru kubaca setelah novel Orange. Seperti novel sebelumnya, aku tidak pernah kecewa dengan tulisan mba Windry ini. Tulisan yang tidak terlalu baku malah terkesan santai tapi selipan-selipan kalimat cantiknya sangat pas. Jadi tidak terlalu terganggu untuk membuat novel ini sebagai pilihanmu.

Walau baru dua novel karya mba Windry yang kubaca. Ngerasa cerita-ceritanya cukup pasaran. Tapi entah sihir apa yang digunakan, novel ini cukup berbeda dengan novel yang lainnya… Dan aku tidak akan sanggup menutup novel ini tanpa alasan.

'hubungan yang ideal adalah hubungan yang tanpa ikatan. Dengan begitu, lelaki dan perempuan bisa bersama sekaligus tetap sendiri' Mungkin sekarang kau mau memikirkan ulang kata-kata itu.

Samuel adalah pemilik sekaligus pendiri Hardi di Jakarta yang mempunyai kontrak jutaan dengan National Geograpic di Washington di usianya yang ke 33 tahun. Karier yang diinginkannya sudah ia dapatkan. Berbagai penghargaan pun sudah di dapat sejak masih berkuliah di University of Florida. Seperti lelaki pada umumnya, Samuel lebih memilih untuk kebebasan. Tak ada pernikahan. Tak ada kesengsaraan. Hidupnya sudah sempurna… sampai ia bertemu dengan Lana yang membuat kehadirannya selalu dirindukan.

“Tapi, ada satu hal yang lebih mengerikan dari menikah.”

“memiliki anak. Itu yang lebih mengerikan dari menikah. itu akhir dari kehidupan lelaki.”

Menurutmu, apakah ada wanita di dunia ini yang tidak ingin memiliki status kejelasan bersama lelaki?
Ada dan wanita itu bernama Lana.

Kami tidak sedang menjalin apa-apa. Dan, aku menyukai hubungan kami yang seperti ini. Aku tidak ingin terikat kepada lelaki.

Kehidupan yang diimpikan Lana sudah didepan mata. Mengelilingi dunia, ketempat yang tak pernah tersentuh dan mengunjungi beberapa wilayah dengan budaya yang masih melekat. Pekerjaannya selama 6tahun di NatGeo pun mendapatkan posisi yang sangat diinginkan semua orang. Perempuan setengah jawa yang berusia 31 tahun. Perjalanan-perjalanan yang dibiayain NatGeo membuat Lana ingin seperti ini. Bebas. Tak ada sesuatu yang pikirannya teralihkan selama perjalanan. Pernikahan. Menurutnya, wanita yang menjadi ibu rumah tangga tak seharusnya melepaskan karier mereka. Itu yang ditakutkan Lana.

Pernikahan tidak adil bagi perempuan

Menurutmu berapa persen perempuan yang harus melepaskan pekerjaannya karena pernikahan? Kalian, para lelaki, tidak cuma memberi cincin. Pada saat bersamaan, kalian memberi peran ganda kepada perempuan, kepada kami.

Impiannya saat ini telah terlihat jelas. Tapi beberapa saat kemudian memudar saat sesuatu hadir diperutnya. Apakah ia harus mengorbankan mimpi-mimpinya demi suatu kesalahan?

Dalam hubungan lelaki dan perempuan, memang harus ada yang dikorbankan. Itu yang membuat hubungan berhasil. Itu yang menjadikan hubungan berharga.

Tokoh Lana dan Samuel pun seakan-akan hidup dalam novel ini. Seperti manusia, Lana dan Samuel juga memiliki kekurangan. Tidak melulu tentang kelebihan. Mereka adalah sosok yang keras kepala. Tidak memperdulikan perkataan orang lain. Terlebih Lana yang tidak mau mengalah kepada lelaki.

Padahal, bagi Ruruh, perempuan dilahirkan untuk mengalah. Karena, perempuan lebih kuat, lebih sanggup menerima kenyataan

Aku rasa nama ini sangat cocok dengan karakter mereka. Dan juga memiliki kemistri tanpa disadari. Perjalanan, film dokumenter, kamera, acara adat. Percakapan mereka tak akan pernah habis jika menceritakan itu.

Dari semua tokoh, mungkin aku akan kepincut dengan Rayyi. Dan jika kamu pembaca mba Windry sejak awal (tidak seperti saya hehe) kamu akan tau, tokoh ini pernah ada di novel sebelumnya dengan judul Montase. Ia adalah guess star dalam novel ini *duh. Dicerita montase sendiri, aku tidak tahu bagaimana sosok Rayyi disana. Tapi di Last Forever, pembawaan Rayyi ini sangat aneh (Sabar dulu Fans Rayyi, jangan langsung marah dong haha) Aneh disini menurutku, ia adalah karyawan paling termuda di Studio Hardi masih berusia 20’an dan ia sudah menjabati posisi Sutradara. Tapi sangat dewasa dengan gaya pembicaraannya. Malah sering menasehati (dan juga mencela) Samuel. Cuman dia yang berani seperti itu! Dan setiap pembicaraannya dengan Rayyi pun, Samuel selalu dihukum telak karena ucapan Rayyi yang benar apa adanya. Sooo, sangat jatuh cintalah aku dengan sosok ini hehe.
Mungkin juga dengan tokoh Ruruh Rahayu Hart yang merupakan ibu Lana. Selalu tak terduga-duga dengan sosok ibu satu ini. Waktu membaca pun aku lebih penasaran dengan maksud ibu Lana yang memilih tidak bercerai tapi hidup terpisah dengan suaminya. Dan alasannya sangat dalam sekali.

Terlalu banyak Post-it karena Lana dan Samuel ini sukses bikin sedih, seneng, ngakak, iri, jengkel jadi satu paket lah.

Ngomongin tentang perasaan, aku juga sangat tertipu dengan cover cantik ini. Yang kutau cover ini bertema vintage flower. Tapi jika kalian lebih teliti, cover ini seperti poster film. Dibagian atasnya pun sudah tertuliskan “Presents” dan dibagian bawah seperti poster pada umumnya. Pas pertama kali ngeliat aku cukup bingung, kenapa nama tokoh dituliskan, terlebih ada “location” segala. Setelah itu dibawah kanan judul terdapat roll film (Ah! Mungkin cuman mau beda aja kali) dan aku baru memahami saat sudah dihalaman 31, mungkin otak aku terlalu lama memproses cover ini. Cover menjadi nilai tambah sendiri, seperti diajak menebak hingga akhir cerita. Nama anak Lana pun aku sampai ikut menebaknya haha.

Novel ini ada nuansa dewasanya, jadi bijaklah yang membaca:P
Komitmen tidak akan menghambat mimpimu, jika bukan kamu yang menyangkalnya. Kalau Ia jodohmu, sejauh apapun kamu memisahkan diri, akan ada sesuatu yang menyatukan kelak.
Kebahagianmu, kamu yang menentukan.
Selamat Berburu Last Forever ;)

Ketakutanku yang paling besar adalah… Aku kehilangan dirimu pada saat aku punya kesempatan memilikimu

Aku pergi. Jaga dirimu. Jaga bayi kita
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS